Baby Blues Bukan Sekadar Minta Perhatian, Ini yang Perlu Dipahami

  • 05 Okt 2026 15:31 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Kelahiran bayi sering dianggap sebagai momen paling membahagiakan bagi seorang ibu. Namun, di balik kebahagiaan tersebut, sebagian ibu justru mengalami perubahan emosi setelah melahirkan.

Kondisi itu dikenal sebagai baby blues atau postpartum blues. Ibu dapat merasa sedih, mudah menangis, mudah tersinggung, cemas, kelelahan, atau merasa kewalahan menghadapi perubahan setelah kelahiran bayi.

Baby blues bukan sekadar persoalan ibu yang ingin mendapatkan perhatian. Perubahan hormonal setelah persalinan, kelelahan, kurang tidur, tuntutan merawat bayi, serta perubahan peran dapat memengaruhi kondisi emosional ibu.

Penelitian menunjukkan kondisi ini cukup umum terjadi pada masa setelah persalinan. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap 26 penelitian menemukan prevalensi baby blues sekitar 39 persen, meskipun hasil penelitian berbeda-beda antarwilayah dan kelompok ibu.

Karena itu, perubahan emosi setelah melahirkan sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai sikap manja atau kurang bersyukur. Anggapan tersebut justru dapat membuat ibu merasa bersalah dan enggan menceritakan apa yang sedang dirasakannya.

Dukungan keluarga menjadi salah satu hal penting dalam menghadapi masa tersebut. Pasangan dan keluarga dapat membantu pekerjaan rumah, memberikan kesempatan ibu beristirahat, mendengarkan keluhannya, serta menghindari komentar yang menyudutkan.

Namun, baby blues perlu dibedakan dari depresi pascapersalinan. Jika kesedihan berlangsung lebih lama, semakin berat, mengganggu aktivitas, atau membuat ibu kesulitan merawat diri dan bayinya, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian tenaga kesehatan.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa meminta bantuan bukan berarti seorang ibu gagal menjalankan perannya. Berkonsultasi dengan bidan, dokter, psikolog, atau tenaga kesehatan lainnya dapat menjadi langkah penting ketika kondisi emosional mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

Perhatian terhadap kesehatan mental ibu juga merupakan bagian dari perhatian terhadap kesehatan bayi. Ibu yang mendapatkan dukungan dan pertolongan sesuai kebutuhannya memiliki kesempatan lebih baik untuk menjalani masa setelah persalinan dengan lebih aman dan nyaman.

Karena itu, jangan buru-buru mengatakan ibu hanya mencari perhatian ketika terlihat mudah menangis atau mengalami perubahan emosi. Bisa jadi, ia sedang membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan, memahami, membantu, dan memastikan bahwa dirinya tidak menghadapi masa tersebut sendirian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....