Melawan Stigma dan Mitos Saat Hamil, Utamakan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan
- 03 Okt 2026 02:28 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep : Kehamilan merupakan masa penting yang membutuhkan perhatian, pengetahuan, dan pendampingan yang tepat. Di tengah masyarakat, masih terdapat berbagai mitos seputar kehamilan yang dipercaya secara turun-temurun.
Tidak semua informasi yang beredar tersebut memiliki dasar medis. Karena itu, ibu hamil dan keluarga perlu memilah informasi dengan berkonsultasi kepada bidan, dokter, atau tenaga kesehatan lainnya.
Mitos tertentu bahkan dapat membuat ibu menghindari makanan bergizi, membatasi aktivitas secara berlebihan, atau menunda pemeriksaan kehamilan. Jika tidak diluruskan, kepercayaan tersebut dapat berdampak pada kesehatan ibu dan perkembangan janin.
Menurut wawancara bersama Yeyen Eka Ratna Sari Wakil Ketua II Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sumenep, misalnya di Sumenep masi banyak yang mempercayai jika ibu hamil tidak boleh makan cumi-cumi "alasannya nanti lahirnya anaknya susah karna cumi jalannya mundur", menurutnya pada Jumat 2 Oktober 2026.
Pendampingan tenaga kesehatan sejak awal kehamilan membantu memantau kondisi ibu dan janin secara berkala. Pemeriksaan juga dapat mendeteksi faktor risiko dan tanda bahaya sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Hal yang tidak kalah penting adalah menentukan tempat dan penolong persalinan. Persalinan sebaiknya dilakukan di fasilitas kesehatan dengan bantuan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan dapat menangani kondisi darurat.
Di sejumlah daerah, dukun beranak atau paraji masih dipercaya karena faktor kebiasaan, kedekatan sosial, maupun pengalaman keluarga. Namun, persalinan memiliki risiko yang tidak selalu dapat diprediksi sehingga membutuhkan tenaga kesehatan dan fasilitas yang mampu memberikan pertolongan sesuai standar.
Bukan berarti pengetahuan dan peran budaya masyarakat harus diabaikan. Pendekatan yang lebih baik adalah membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat dan dukun beranak agar mereka ikut mendorong ibu hamil memeriksakan kehamilan dan bersalin di fasilitas kesehatan.
Keluarga juga memiliki peran penting dalam melawan stigma dan mitos yang merugikan. Jangan takut dianggap berlebihan ketika memilih pemeriksaan medis, karena keselamatan ibu dan bayi harus menjadi prioritas.
Memilih tenaga kesehatan bukan berarti meninggalkan tradisi. Pilihan tersebut merupakan langkah untuk memastikan ibu mendapatkan pertolongan yang aman, terampil, dan sesuai kebutuhan medis.
Yeyen sapaan akrabnya menghimbau agar menjadikan kehamilan sebagai momentum membangun keluarga yang lebih sehat. "Periksa kehamilan secara rutin, pastikan persalinan ditolong tenaga kesehatan, dan jangan biarkan mitos mengalahkan informasi yang benar" pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....