Keragaman Sayuran Kian Menghilang, Saatnya Menanam dan Kembali Mengonsumsinya

  • 07 Sep 2026 08:59 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Sayuran bukan sekadar pelengkap makanan, tetapi bagian penting dari keanekaragaman hayati dan sumber pangan bergizi. Namun, sejumlah penelitian menyebutkan, keragaman sayuran dunia kini menghadapi ancaman karena perubahan pola pertanian dan kebiasaan konsumsi masyarakat.

Penelitian internasional yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences atau PNAS mengidentifikasi lebih dari 1.480 spesies sayuran yang dapat dimakan di dunia. Penelitian tersebut menunjukkan, banyak jenis sayuran masih kurang dimanfaatkan, sementara varietas tradisional semakin terpinggirkan.

Yang lebih mengkhawatirkan, sekitar 80 persen studi mengenai erosi genetik sayuran yang ditinjau peneliti melaporkan kehilangan keragaman signifikan selama 100 tahun terakhir. Hilangnya keragaman ini tidak hanya menyangkut jenis tanaman, tetapi juga varietas dan sumber genetik yang berharga.

Hampir seperempat kerabat liar tanaman sayuran yang telah dinilai juga berada dalam ancaman kepunahan. Padahal, tanaman liar dapat menyimpan sifat genetik penting, seperti kemampuan bertahan terhadap kekeringan, suhu tinggi, hama, dan penyakit.

World Vegetable Center menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena hilangnya tanaman juga dapat diikuti hilangnya pengetahuan masyarakat. Pengetahuan tentang benih, cara menanam, mengolah, dan memanfaatkan sayuran lokal merupakan warisan yang seharusnya diteruskan kepada generasi berikutnya.

Perubahan selera konsumen menjadi salah satu tantangan. Ketika masyarakat hanya memilih jenis sayuran tertentu, permintaan terhadap sayuran lokal yang kurang populer menurun sehingga petani memiliki kecenderungan menggantinya dengan tanaman yang lebih mudah dipasarkan.

Karena itu, pelestarian tidak cukup hanya dilakukan dengan menyimpan benih di bank gen. Masyarakat perlu ikut menjaga keberadaannya dengan menanam, membeli, memasak, dan mengonsumsi sayuran lokal, sehingga petani memiliki alasan untuk terus membudidayakannya.

Langkah tersebut dapat dimulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat. Mengenalkan beragam sayuran kepada anak, membuat kebun pangan, serta memilih produk petani lokal merupakan tindakan sederhana yang dapat membantu menjaga keanekaragaman pangan. Sebab, ketika sebuah sayuran tetap ditanam dan dikonsumsi, kita sebenarnya sedang ikut memastikan tanaman itu tetap hidup untuk generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....