Pentingnya Edukasi KB, Menikah di Usia Muda
- 02 Sep 2026 16:08 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Fenomena pernikahan di bawah umur masih menjadi perhatian khusus di wilayah Guluk-Guluk. Banyak calon pengantin (catin) berusia muda yang mendatangi Balai KB untuk mendapatkan bimbingan perkawinan. Dalam proses ini, edukasi diberikan agar pasangan muda menunda kehamilan hingga mencapai usia reproduksi yang aman, yakni di atas 20 tahun.
Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Terampil Kecamatan Guluk-Guluk, Nur Faridah Trisiyah, menekankan pentingnya penyuluhan Keluarga Berencana (KB) di tingkat desa untuk mengubah pola perilaku masyarakat. Penyuluhan ini mencakup upaya penundaan, penjarangan kehamilan, hingga penghentian masa reproduksi sesuai dengan kondisi dan usia pasangan.
Tantangan utama yang dihadapi di lapangan adalah dinamika sosial dan persepsi keagamaan masyarakat setempat. Sebagian masyarakat dan tokoh agama masih enggan ber-KB karena menganggapnya membatasi keturunan atau mengurangi rezeki.
“Dari total sekitar 6.000 Pasangan Usia Subur (PUS) di Guluk-Guluk, sebanyak 4.000 di antaranya sudah menjadi akseptor KB aktif, dengan mayoritas menggunakan metode suntik,” katanya, Rabu, 2 September 2026.
Selain hambatan budaya, kendala bahasa juga dirasakan oleh Nur Faridah, untuk mengatasinya, strategi yang diterapkan adalah memberdayakan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) lokal, bidan desa, serta kelompok PKK agar penyampaian pesan edukasi dapat menyasar masyarakat secara lebih efektif melalui pendekatan personal maupun Posyandu.
Penyuluhan KB terbukti memberikan dampak positif nyata pada tingkat kesejahteraan dan kualitas pengasuhan anak. Dengan perencanaan keluarga yang matang, para orang tua dapat mengalokasikan sumber daya secara memadai untuk pemenuhan kebutuhan dasar serta pendidikan anak, sehingga mampu menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....