Dokter Spesialis Ingatkan Bahaya Penanganan Terlambat Usus Buntu
- 08 Agt 2026 10:00 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Keterlambatan dalam menangani peradangan usus buntu dapat berakibat fatal bagi keselamatan pasien. Dokter Spesialis Bedah RSUD Mohammad Noer Pamekasan, dr. Beatta Meidini Rahmat, mengingatkan bahwa organ yang meradang berisiko pecah jika tidak segera mendapat tindakan medis.
Menurut dr. Beatta, usus buntu yang membengkak tanpa penanganan dapat pecah dalam waktu sekitar tiga hari sejak gejala awal muncul. Jika organ tersebut pecah, nanah dan kuman infeksi akan menyebar ke dalam rongga perut serta berpotensi mengganggu fungsi organ vital lain seperti ginjal dan hati.
"Jika sudah pecah dan bernanah, proses penanganan menjadi jauh lebih kompleks. Pasien membutuhkan pembedahan yang lebih luas, perawatan intensif, penggunaan antibiotik yang lebih kuat, serta masa pemulihan di rumah sakit yang lebih lama," ucapnya, Jumat, 7 Agustus 2026.
Pada kasus usus buntu yang terdeteksi dini tanpa komplikasi, prosedur operasi terbilang ringan dengan irisan kecil sekitar 2 hingga 5 centimeter. Pasien umumnya sudah diperbolehkan bergerak dalam waktu 6 jam pascaoperasi dan dapat pulih dalam 24 jam.
Mengingat bahaya komplikasi yang mengintai, dr. Beatta mengimbau masyarakat untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila merasakan gejala khas nyeri perut kanan bawah agar mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....