Panduan Penanganan Tensi Tinggi jelang HPL
- 02 Agt 2026 16:24 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Menghadapi lonjakan tekanan darah menjelang persalinan memerlukan langkah penanganan yang tepat dari ibu hamil dan dukungan penuh dari keluarga. Bidan RSUD Mohammad Noer Pamekasan, Septiany Even Sanjawenty, menekankan pentingnya pemeriksaan rutin ke bidan atau puskesmas serta konsultasi dengan dokter spesialis kandungan, terutama pada trimester ketiga.
Bagi ibu hamil yang memiliki riwayat hipertensi atau komplikasi pada kehamilan sebelumnya, intensitas kontrol disarankan meningkat menjadi seminggu sekali. Jika kondisi tensi tetap tinggi dan hasil lab urine positif, tindakan operasi sesar kerap menjadi pilihan utama medis guna menghindari risiko kejang saat proses persalinan secara normal.
Selain penanganan medis, posisi tidur miring ke kiri sangat dianjurkan untuk membantu melancarkan sirkulasi oksigen ke janin. Ibu hamil juga diminta menjaga pola makan dengan mengurangi asupan garam, makanan asin, gorengan, dan junk food, serta memperbanyak konsumsi air putih, sayur, dan buah.
“Peran suami dan keluarga menjadi kunci penting dalam menurunkan tingkat stres ibu. Bantuan sederhana seperti pijatan lembut untuk meredakan nyeri punggung, mendampingi saat kontrol medis, hingga mengingatkan jadwal minum obat memberikan dukungan emosional yang signifikan,” katanya, Minggu, 2 Agustus 2026.
Septiany mengingatkan agar ibu hamil tidak menunda pemeriksaan jika merasakan ketidaknyamanan pada tubuh. Setelah persalinan pun, pemantauan tekanan darah tetap harus dilakukan secara berkala melalui kunjungan tenaga kesehatan hingga masa nifas selesai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....