Kolaborasi Kemanusiaan Bantu Irsya Wujudkan Impian Gunakan Kaki Palsu
- 24 Jul 2026 02:51 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, kreator konten, tenaga kesehatan, dan seorang dermawan untuk membantu seorang anak penyandang disabilitas di Kabupaten Sumenep.
Anak bernama Irsya, warga sekitar SDN Panaongan III, Kecamatan Pasongsongan, kini selangkah lebih dekat mewujudkan impiannya untuk dapat berjalan menggunakan kaki palsu. Pada Rabu, 22 Juli 2026, Irsya bersama ibundanya, Devi, dijemput utusan dermawan asal Sumenep yang kini menetap di Pamekasan, Ali Zainal Abidin, untuk menjalani proses pengukuran kaki di Klinik Assalamah Pamekasan.
Inisiatif tersebut berawal dari kepedulian Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, S.Pd. Meski Irsya bukan peserta didik di sekolah yang dipimpinnya, Agus mengaku terdorong membantu karena merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap warga di lingkungan sekitar sekolah.
Irsya diketahui lahir dengan kelainan pada kedua kakinya sehingga selama ini hanya dapat berpindah tempat dengan cara mengesot. Kondisi tersebut mendorong Agus mencari berbagai pihak yang dapat membantu.
Kesempatan itu datang setelah Agus berkomunikasi dengan kreator konten Deny Puja Pranata atau yang dikenal dengan nama Mana-mana. Melalui jejaring sosial dan relasi kemanusiaan yang dimiliki Deny, informasi mengenai kondisi Irsya sampai kepada Ali Zainal Abidin yang kemudian menyatakan kesiapannya membiayai seluruh proses pembuatan kaki palsu.
Suasana haru mewarnai proses pengukuran di Klinik Assalamah ketika Irsya menjalani pemeriksaan oleh tenaga ahli pembuat kaki palsu dari Surabaya. Sang ibu, Devi, mengaku bersyukur atas perhatian dan bantuan yang diterima putranya.
"Terima kasih kepada Bang Ali Zainal Abidin, Dokter Atika beserta tim Klinik Assalamah, Mas Deny Puja Pranata, dan Pak Agus Sugianto. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini. Saya tidak pernah membayangkan anak saya bisa sampai pada tahap ini," ujar Devi.
Sementara itu, Kepala SDN Panaongan III Agus Sugianto menegaskan bahwa bantuan tersebut murni dilandasi semangat kemanusiaan.
"Yang kami lakukan murni karena rasa kemanusiaan. Tidak ada kepentingan apa pun. Saya percaya, manusia terbaik adalah mereka yang mampu memberi manfaat bagi sesamanya," katanya.
Menurut Agus, sekolah tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga harus hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
"Selama ini sekolah dipahami sebagai tempat belajar. Namun bagi kami, sekolah juga harus menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan bantuan, sekolah tidak boleh menutup mata. Justru di situlah nilai pendidikan diwujudkan melalui tindakan nyata, membangun kolaborasi, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar," ujarnya.
Kolaborasi yang melibatkan pihak sekolah, kreator konten, tenaga kesehatan, dan seorang dermawan ini diharapkan menjadi inspirasi bahwa persoalan kemanusiaan dapat diatasi melalui kepedulian bersama.
Setelah proses pembuatan selesai, kaki palsu tersebut diharapkan dapat membantu Irsya menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. Kisah ini menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya melahirkan generasi cerdas, tetapi juga mampu menjadi pusat tumbuhnya kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....