Bahaya Kekurangan Cairan saat Cuaca Panas, Jangan Tunggu Haus Baru Minum

  • 21 Jul 2026 10:56 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Cuaca panas membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat. Jika cairan yang hilang tidak segera digantikan, risiko dehidrasi akan meningkat dan dapat mengganggu berbagai fungsi organ tubuh. Karena itu, menjaga asupan air putih setiap hari menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan kesehatan, terutama saat suhu udara sedang tinggi.

Sekitar 60–70 persen tubuh manusia terdiri atas air. Cairan berperan penting dalam mengatur suhu tubuh, membantu kerja otak, melindungi organ, melumasi sendi, serta membantu membuang sisa metabolisme melalui urine. Ketika tubuh kekurangan cairan, berbagai fungsi tersebut dapat terganggu sehingga memicu beragam keluhan kesehatan.

Tanda awal dehidrasi biasanya ditandai dengan rasa haus, bibir dan mulut kering, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, tubuh terasa lemas, hingga urine yang jumlahnya lebih sedikit dan berwarna lebih pekat. Jika kondisi ini terus dibiarkan, dehidrasi dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.

Salah satu dampak yang sering terjadi adalah sembelit. Selain itu, produksi air liur juga dapat berkurang sehingga mulut menjadi kering. Kondisi tersebut berisiko meningkatkan bau mulut, gigi berlubang, hingga gangguan pada gusi apabila berlangsung dalam waktu lama.

Kekurangan cairan juga memengaruhi kesehatan kulit. Saat tubuh mengalami dehidrasi, kelembapan kulit menurun sehingga kulit tampak lebih kering, kusam, bersisik, bahkan terasa gatal. Tidak hanya itu, garis-garis halus pada wajah dapat terlihat lebih jelas sehingga wajah tampak kurang segar.

Dalam jangka panjang, dehidrasi dapat membebani kerja ginjal. Air berfungsi membantu ginjal mengeluarkan zat sisa dan racun melalui urine. Jika asupan cairan tidak mencukupi, risiko terbentuknya batu ginjal, infeksi saluran kemih, hingga kerusakan ginjal dapat meningkat. Penelitian yang dikutip Alodokter juga menyebutkan bahwa dehidrasi dapat memengaruhi suasana hati, menurunkan konsentrasi, bahkan meningkatkan risiko gangguan kecemasan dan depresi.

Untuk mencegah dehidrasi, orang dewasa dianjurkan memenuhi kebutuhan cairan sekitar 2 liter atau setara delapan gelas air setiap hari. Saat cuaca panas, kebutuhan tersebut dapat meningkat menjadi sekitar 2,5–3 liter per hari. Selain minum secara teratur, kondisi hidrasi juga dapat dipantau melalui warna urine. Urine yang berwarna kuning pucat atau bening umumnya menandakan tubuh mendapat cukup cairan, sedangkan urine berwarna kuning pekat dapat menjadi tanda tubuh membutuhkan lebih banyak asupan air.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....