Hidup Berdampingan dengan Radiasi, Mengapa Pemeriksaan Medis Tetap Aman?
- 26 Jun 2026 15:18 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID Sumenep - Kata "radiasi" masih sering menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Tidak sedikit pasien yang merasa cemas ketika dokter menyarankan pemeriksaan radiologi seperti rontgen atau CT scan karena khawatir paparan radiasi dapat membahayakan kesehatan. Padahal, radiasi dalam dunia medis digunakan secara terukur, diawasi secara ketat, dan hanya diberikan apabila manfaatnya lebih besar daripada risikonya.
Hal ini disampaikan Indah Purnama Sari, Dokter Spesialis Radiologi RSUD Mohammad Noer Pamekasan, saat di Indonesia Sehat RRI, Jumat 26 Juni 2026. Ia mengatakan tanpa disadari, manusia sebenarnya hidup berdampingan dengan radiasi sejak lahir. Paparan radiasi alami berasal dari sinar kosmik, tanah, bebatuan, air, hingga unsur radioaktif alami.
Dalam dunia kesehatan, radiologi memegang peran penting untuk membantu dokter menegakkan diagnosis dan menentukan pengobatan. Pemeriksaan seperti rontgen dan CT scan memanfaatkan sinar-X untuk menghasilkan gambaran organ tubuh, sedangkan USG menggunakan gelombang suara dan MRI memanfaatkan medan magnet serta gelombang radio tanpa menggunakan sinar-X. Pemilihan jenis pemeriksaan selalu disesuaikan dengan kondisi pasien dan tujuan medis yang ingin dicapai.
“Keselamatan pasien menjadi prioritas utama dalam setiap pemeriksaan radiologi. Rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan menggunakan dosis radiasi serendah mungkin tanpa mengurangi kualitas hasil pemeriksaan. Selain itu, peralatan radiologi modern juga dirancang lebih efisien sehingga mampu menghasilkan gambar yang lebih baik dengan paparan radiasi yang lebih rendah dibandingkan teknologi sebelumnya, sehingga masyarakat tidak perlu takut akan radiasi”, katanya menerangkan.
Ditambahkan Indah, risiko kesehatan akibat radiasi bergantung pada besarnya dosis dan lamanya paparan. Pemeriksaan radiologi yang dilakukan satu atau beberapa kali sesuai indikasi medis memiliki risiko yang sangat kecil dibanding manfaatnya dalam mendeteksi penyakit, seperti patah tulang, infeksi paru, perdarahan otak, hingga kanker. Sebaliknya, keterlambatan diagnosis akibat menolak pemeriksaan justru dapat memperburuk kondisi pasien.
Meski demikian, penggunaan radiasi tetap memerlukan perhatian khusus pada kelompok tertentu, seperti ibu hamil dan anak-anak. Dokter akan mempertimbangkan manfaat serta risiko sebelum menentukan jenis pemeriksaan yang paling tepat, bahkan memilih metode tanpa radiasi seperti USG atau MRI apabila dinilai lebih sesuai. Pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan kesehatan yang aman sekaligus efektif.
Masyarakat diharapkan tidak lagi memandang radiasi sebagai sesuatu yang selalu berbahaya. Pemahaman yang benar mengenai perbedaan radiasi alami dan radiasi medis dapat membantu mengurangi ketakutan yang tidak berdasar serta mencegah penyebaran informasi yang keliru. Dengan teknologi yang terus berkembang, standar keselamatan yang ketat, dan pengawasan tenaga profesional, pemeriksaan radiologi tetap menjadi salah satu alat penting dalam menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....