Mengenal Rontgen, USG, CT Scan, dan MRI: Fungsi Berbeda, Tujuan Sama
- 26 Jun 2026 15:12 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Perkembangan teknologi pencitraan medis membuat dokter semakin mudah mendeteksi penyakit secara cepat dan akurat. Namun, masih banyak masyarakat yang menganggap rontgen, USG, CT scan, dan MRI merupakan pemeriksaan yang sama. Padahal, keempatnya memiliki cara kerja, fungsi, serta keunggulan yang berbeda.
Rontgen, Pemeriksaan Paling Sering Digunakan
Rontgen atau sinar-X menjadi pemeriksaan radiologi yang paling umum dilakukan. Teknologi ini memanfaatkan radiasi sinar-X untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh, terutama tulang dan paru-paru.
“Rontgen di rekomendasikan untuk mendeteksi patah tulang, kelainan sendi, infeksi paru seperti pneumonia, tuberkulosis, hingga memantau kondisi jantung dan rongga dada. Pemeriksaan ini relatif cepat, meski kemampuan rontgen dalam melihat jaringan lunak masih terbatas sehingga sering kali diperlukan pemeriksaan lanjutan,” kata Indah Purnama Sari, Dokter Spesialis Radiologi RSUD Mohammad Noer Pamekasan, saat di Indonesia Sehat RRI, Jumat 26 Juni 2026.
USG Menggunakan Gelombang Suara
Berbeda dengan rontgen, ultrasonografi atau USG tidak menggunakan radiasi. Pemeriksaan ini memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang dipantulkan oleh organ tubuh menjadi gambar.
Indah menjelaskan, USG sangat dikenal dalam pemeriksaan kehamilan untuk memantau pertumbuhan janin. Selain itu, alat ini juga digunakan melihat kondisi hati, ginjal, kandung empedu, pankreas, tiroid, pembuluh darah, hingga organ reproduksi.
Karena tidak menggunakan radiasi, USG dinilai aman bagi ibu hamil dan dapat dilakukan berulang sesuai kebutuhan medis.
CT Scan Memberikan Gambar Lebih Detail
CT scan (Computed Tomography Scan) merupakan pengembangan dari teknologi rontgen. Alat ini menggabungkan sinar-X dengan komputer sehingga menghasilkan gambar tubuh dalam bentuk potongan melintang bahkan tiga dimensi.
Diterangkan Indah, bahwa keunggulan CT scan terletak pada kecepatannya memperoleh gambaran organ secara rinci. Pemeriksaan ini sering digunakan pada kondisi gawat darurat, seperti kecelakaan, perdarahan otak, stroke, cedera organ dalam, batu ginjal, maupun mendeteksi tumor.
Walaupun menghasilkan gambar lebih detail dibanding rontgen biasa, CT scan tetap menggunakan radiasi sehingga penggunaannya disesuaikan dengan pertimbangan dokter.
MRI Unggul Melihat Jaringan Lunak
MRI (Magnetic Resonance Imaging) menggunakan medan magnet yang sangat kuat serta gelombang radio, bukan radiasi sinar-X. Teknologi ini mampu menghasilkan gambar jaringan lunak dengan resolusi tinggi.
Karena tidak menggunakan radiasi, MRI lebih aman dari paparan sinar-X. Namun, pemeriksaan ini membutuhkan waktu lebih lama, biaya lebih tinggi, dan tidak dapat dilakukan pada sebagian pasien yang memiliki implan logam tertentu atau alat pacu jantung yang tidak kompatibel.
Ditegaskan oleh Indah bahwa tidak ada satu jenis pemeriksaan yang selalu lebih baik daripada yang lain. Setiap alat memiliki kelebihan sesuai kebutuhan klinis pasien.
“Rontgen cocok untuk pemeriksaan awal tulang dan paru-paru. USG efektif melihat organ lunak serta kehamilan. CT scan unggul dalam kondisi darurat karena cepat dan detail, sedangkan MRI menjadi pilihan terbaik untuk mengevaluasi jaringan lunak dan sistem saraf secara mendalam,” imbuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....