Ki Ageng Purwo Silaturahmi Ponpes Annuqayah, Gagas Program Satu Kiai Satu Tabib
- 19 Jun 2026 04:54 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Tokoh nasional sekaligus Ketua Lembaga Ketabiban dan Pengobatan Alternatif PW PSNU Jawa Timur, Ki Ageng Purwo, melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Annuqayah, Sumenep, Kamis 17 Juni 2026. Kegiatan yang dikemas dalam agenda Safari Pengobatan dan Road Show Pesantren itu berlangsung di kediaman K.H. Muhammad Ali Fikri, M.Pd.I.
Dalam kunjungan tersebut, Ki Ageng Purwo diterima sejumlah tokoh pesantren, di antaranya K. Moh. Syauqi Ishomuddin, K. Khalid Abbasi, K. Faidi, dan K. Ubaidillah Tsabit, M.A. Pertemuan berlangsung hangat sejak pukul 22.00 WIB hingga menjelang salat Subuh.
Pada kesempatan itu, Ki Ageng Purwo yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Spiritual Pagar Nusa Dunia menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi kesehatan para ulama dan kiai pesantren, khususnya yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama.
"Kami sangat prihatin terhadap kondisi kesehatan para ulama dan kiai pesantren. Mereka merupakan penjaga moral umat yang selama ini memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa mengenal waktu, bahkan bisa dikatakan melayani selama 24 jam," ujar Ki Ageng Purwo.
Menurutnya, peran ulama dan kiai sangat strategis dalam menjaga kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Karena itu, diperlukan perhatian khusus terhadap kesehatan dan kebugaran para pengasuh pesantren agar tetap dapat menjalankan tugas dakwah dan pembinaan umat secara optimal.
Sebagai tindak lanjut dari silaturahmi tersebut, Ki Ageng Purwo mengungkapkan rencananya untuk membentuk Spiritual Pagar Nusa Dunia Cabang Sumenep. Organisasi tersebut direncanakan berpusat di Kecamatan Gapura dan akan segera dibentuk dalam waktu dekat.
"Kami berencana membentuk Spiritual Pagar Nusa Dunia Cabang Sumenep sebagai wadah penguatan pelayanan spiritual dan kesehatan alternatif bagi masyarakat serta kalangan pesantren," katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setelah organisasi terbentuk, pihaknya akan menggagas program pelatihan bagi pesantren Nahdlatul Ulama di Kabupaten Sumenep. Program tersebut mengusung konsep 'Satu Kiai Satu Tabib Spiritual'.
"Ke depan kami ingin mengadakan pelatihan dengan sasaran pesantren NU se-Kabupaten Sumenep. Targetnya adalah satu kiai memiliki satu tabib spiritual yang dapat membantu pelayanan kesehatan dan pendampingan spiritual di lingkungan pesantren," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....