Kenalan dengan Bemotrizinol sebagai Bahan Tabir Surya
- 12 Jun 2026 09:29 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Untuk pertama kalinya dalam dua dekade, Amerika Serikat menyetujui bahan tabir surya baru. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA memberikan lampu hijau. Bahan tersebut bernama bemotrizinol atau BEMT, dikenal juga dengan nama Tinosorb S.
Persetujuan ini dinilai sebagai langkah besar dalam perlindungan kulit masyarakat. Konsumen berpeluang memperoleh tabir surya yang lebih efektif dan aman. Keputusan tersebut juga menarik perhatian kalangan kesehatan dunia.
Dikutip dari Hola, BEMT sebenarnya bukan bahan baru di tingkat global. Senyawa ini telah digunakan di Eropa selama puluhan tahun. Banyak peneliti menilainya sebagai filter ultraviolet yang efektif dan teruji.
Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat, Robert F. Kennedy Jr., menyambut positif keputusan itu. Menurutnya, BEMT memiliki rekam jejak keamanan yang baik. Kehadirannya juga meningkatkan pilihan produk bagi konsumen.
Selama ini, banyak tabir surya Amerika fokus melindungi dari sinar UVB. Sinar tersebut menjadi penyebab utama kulit terbakar matahari. Namun perlindungan terhadap sinar UVA dinilai masih kurang optimal.
Padahal, sinar UVA mampu menembus lapisan kulit lebih dalam. Paparan jangka panjang dapat memicu penuaan dini. Risiko kanker kulit juga dikaitkan dengan radiasi tersebut.
Sejumlah pakar menilai label spektrum luas belum selalu menjamin perlindungan UVA maksimal. Beberapa penelitian menunjukkan perlindungan UVA masih terbatas. Kondisi itu telah lama menjadi kritik terhadap produk Amerika.
BEMT menawarkan keunggulan berupa perlindungan UVA yang kuat. Senyawa ini juga sangat fotostabil saat terkena sinar matahari. Artinya, efektivitasnya bertahan lebih lama selama penggunaan.
Keunggulan lain terletak pada tingkat penyerapannya yang rendah. Beberapa studi menunjukkan BEMT minim terserap ke dalam tubuh. Faktor ini dianggap menguntungkan dari sisi keamanan.
Persetujuan FDA muncul setelah muncul kekhawatiran terhadap filter kimia lama. Penelitian tahun 2019 menemukan beberapa bahan masuk ke aliran darah. Sebagian bahkan masih terdeteksi beberapa minggu setelah penggunaan.
Para ilmuwan menilai BEMT menggabungkan efektivitas, stabilitas, dan keamanan sekaligus. Kehadirannya berpotensi melahirkan generasi tabir surya yang lebih modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....