Benarkah Minyak Biji-bijian Berbahaya? Ini Fakta yang Perlu Diketahui

  • 11 Jun 2026 19:14 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Minyak biji menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir. Banyak influencer kesehatan menyebutnya berbahaya bagi tubuh. Akibatnya, sebagian konsumen mulai menghindari penggunaannya.

Perusahaan makanan juga mulai mencari alternatif pengganti. Beberapa beralih ke minyak alpukat dan minyak kelapa. Ada pula restoran yang kembali menggunakan lemak hewani untuk menggoreng.

Minyak biji merupakan minyak nabati yang berasal dari ekstraksi biji tanaman. Jenis yang umum digunakan meliputi kanola, bunga matahari, jagung, dan safflower. Campuran beberapa minyak tersebut sering disebut minyak sayur.

Minyak ini populer karena harganya relatif terjangkau. Selain itu, minyak biji memiliki titik asap tinggi. Karakter tersebut membuatnya cocok untuk memasak dan menggoreng.

Dari laman The Times Weekly, perdebatan utama berkaitan dengan kandungan asam lemak omega-6. Kandungan omega-6 pada minyak biji cenderung lebih tinggi. Sementara itu, kadar omega-3 umumnya lebih rendah.

Ketidakseimbangan omega-6 dan omega-3 diduga memicu peradangan kronis. Kondisi tersebut berkaitan dengan berbagai penyakit serius. Di antaranya penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi.

Para ahli menilai masalah utama bukan hanya minyak biji. Konsumsi makanan ultra-proses juga berperan besar. Produk tersebut biasanya mengandung gula, garam, dan bahan tambahan berlebih.

Untuk mengurangi konsumsi minyak biji, masyarakat dapat memperbanyak makanan utuh. Minyak zaitun dan minyak alpukat sering menjadi alternatif pilihan. Namun, pola makan seimbang tetap menjadi kunci kesehatan jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....