Puskesmas Ganding Intensifkan Pemantauan Gizi Tekan Angka Stunting

  • 03 Jun 2026 13:30 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Kasus stunting di Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, mencatatkan penambahan hingga mencapai 19 balita pada periode Januari hingga Mei 2026. Lonjakan ini menjadi perhatian serius setelah pada tahun 2025 lalu wilayah tersebut sempat berhasil menekan angka stunting secara signifikan dengan menyisakan 3 hingga 4 balita saja.

Nutrisionis Puskesmas Ganding, Imam Suyuti, mengungkapkan bahwa indikator utama yang memicu penambahan kasus pada belasan balita tersebut adalah mandeknya pertumbuhan berat badan anak.

“Faktor utama dari 19 balita itu terjadinya tidak bertambahnya berat badan balita. Kejadian awal stunting ini terjadinya berat badan yang tetap tidak bertambah dalam dua bulan terakhir. Akhirnya balita ini terjadi proses gagal tumbuh,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam program Sumenep Menyapa di RRI, Selasa 2 Juni 2026.

Menurut Imam, kondisi berat badan yang stagnan selama dua bulan berturut-turut merupakan alarm bahaya yang harus segera diintervensi oleh orang tua maupun kader kesehatan. Jika dibiarkan tanpa penanganan nutrisi yang tepat, anak akan langsung masuk ke fase gagal tumbuh yang memicu stunting.

Pihak Puskesmas Ganding kini tengah mengintensifkan kembali pemantauan tumbuh kembang anak di posyandu guna mendeteksi dini gejala serupa agar angka stunting tidak semakin meluas.

“Kami terus berupaya mengedukasi masyarakat agar lebih peka terhadap grafik pertumbuhan anak di buku KIA. Pendampingan pola asuh dan pemenuhan gizi seimbang harus diperketat kembali agar kasus baru bisa ditekan,” katanya.

Untuk itu, dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok balita, ibu menyusui, dan ibu hamil yang telah berjalan di 9 desa sejak minggu lalu ini dapat mengurangi kasus stunting di ganding.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....