Donat Vs Kesehatan, Ini yang Harus Diperhatikan!
- 26 Mei 2026 10:49 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Donat menjadi camilan favorit banyak orang dengan karakteristiknya yang manis, lezat, lembut, dan menggoda selera. Tetapi dibalik kelezatannya, tahu kah Anda jika konsumsi donat berlebihan dapat mengancam kesehatan?
Donat kerap menjadi camilan pilihan saat me time, berkumpul dengan orang terkasih hingga dikonsumsi saat bekerja. Donat terbuat dari adonan tepung yang dibentuk bulat yang selanjutnya digoreng dan diberi topping sehingga rasanya lebih lezat dan variatif.
Satu buah donat mengandung kalori yang dinilai cukup tinggi berkisar 150 hingga 480 kkal. Hal ini juga bergantung pada jenis bahan yang digunakan hingga topping yang digunakan. Dengan begitu, konsumsi dua boah donat dapat dikatakan hampir memenuhi 50% kebutuhan kalori harian seseorang. Sedangkan, dalam satu hari seseorang juga mengkonsumsi makanan lainnya.
Mengkonsumsi donat sesekali tidaklah menjadikannya sebuah masalah. Yang perlu perhatian adalah jika konsumsi donat terlalu sering dan terlalu banyak.
Dikutip dari laman Halodoc, konsumsi donat berlebih membahayakan tubuh seperti meningkatkan resiko diabetes. Kandungan lemak dan gula yang terkandung didalamnya tinggi dan berpotensi menurunkan fungsi indulin dalam memecah gula menjadi energi.
Selain itu, konsumsi berlebih dapat merusak gigi karena tingginya kadar gula dalam donat berpotensi meningkatkan jumlah bakteri dalam mulut. Ini menjadikan gigi mudah berlubang dan gusi jadi mudah berdarah.
Ternyata, donat juga berpengaruh pada jantung. Dikutip dari laman Klikdokter, hal ini diakibatkan dari kandungan lemak trans, gula, dan kalorinya yang tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, donat dapat meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah serta memperbesar risiko penyakit jantung.
Donat tidak ramah untuk Anda yang sedang menjalankan program diet. Donat dapat memicu peningkatan berat badan dan menjadikan tubuh mudah lelah. Maka dari itu, baik yang tidak sedang melaksanakan program dietpun dihimbau untuk membatasi konsumsi donat agar tidak berlebih.
Dikutip laman EverydayHealth, agar donat lebih aman dikonsumsi bahan dan cara pengolahannya juga bisa dimodifikasi menjadi lebih sehat. Tepung terigu dapat diganti dengan tepung gandum atau tepung almond, sementara gula biasa bisa diganti madu atau stevia yang rendah kalori. Donat juga dapat diperkaya dengan bahan alami seperti kentang, talas, pisang, ubi, atau almond, lalu diolah dengan cara dipanggang вместо digoreng untuk mengurangi kandungan lemak.
Mengonsumsi donat sesekali umumnya tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan jika tetap diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang. Namun, saat keinginan mengonsumsi makanan manis muncul terdapat pilihan yang lebih sehat seperti buah-buahan. Anda dapat mengkonsumsi beri, mangga, dan buah manis lainnya yang dapat memuaskan rasa manis sekaligus memberikan vitamin, mineral, dan serat bagi tubuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....