Warna ASI Berbeda-beda, Kenali Jenis dan Penyebabnya
- 11 Mei 2026 13:50 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Perbedaan warna ASI kerap membuat sebagian ibu merasa khawatir, terutama bagi mereka yang baru pertama kali menyusui. Padahal, perubahan warna pada Air Susu Ibu merupakan kondisi yang umum terjadi dan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari tahap produksi ASI hingga kandungan nutrisi di dalamnya.
Pada masa awal setelah melahirkan, ibu biasanya menghasilkan kolostrum, yaitu ASI pertama yang berwarna kuning keemasan dan memiliki tekstur lebih kental. Meski jumlahnya sedikit, kolostrum mengandung antibodi tinggi yang sangat penting untuk membantu membangun sistem kekebalan tubuh bayi sejak lahir.
Setelah beberapa hari, ASI akan memasuki fase transisi. Warna ASI pada tahap ini umumnya berubah menjadi putih kekuningan atau krem dengan tekstur yang lebih encer dibandingkan kolostrum. Produksi ASI juga mulai meningkat seiring kebutuhan bayi yang semakin besar.
Memasuki beberapa minggu setelah persalinan, tubuh ibu mulai menghasilkan ASI matang. Pada fase ini, warna ASI bisa tampak berbeda dalam satu kali proses menyusui. ASI awal atau foremilk biasanya terlihat lebih encer dan sedikit kebiruan karena mengandung lebih banyak air untuk menghilangkan rasa haus bayi.
Sementara itu, ASI akhir atau hindmilk memiliki warna lebih putih pekat atau kekuningan karena kandungan lemaknya lebih tinggi. Jenis ASI ini berfungsi membantu bayi merasa kenyang dan mendukung pertambahan berat badan secara optimal.
Selain faktor alami, warna ASI juga dapat dipengaruhi makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu. Sayuran hijau, suplemen tertentu, hingga makanan dengan pewarna alami kadang membuat warna ASI berubah menjadi kehijauan, krem, atau sedikit kemerahan. Kondisi tersebut umumnya tidak berbahaya selama ibu dan bayi dalam keadaan sehat.
Meski demikian, para ibu tetap dianjurkan memperhatikan kondisi tubuh saat menyusui. Jika perubahan warna ASI disertai nyeri hebat, demam, payudara bengkak, atau keluarnya darah secara terus-menerus, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan untuk mencegah risiko infeksi maupun gangguan kesehatan lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....