Kenali Khasiat Bawang Putih dan Cara Aman Mengonsumsinya
- 25 Apr 2026 09:26 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Bawang putih (Allium sativum) telah lama digunakan sebagai bahan pangan sekaligus pengobatan tradisional di berbagai belahan dunia. Menurut National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), bawang putih memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional.
Bawang putih kerap digunakan sebagai suplemen untuk membantu menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah. Selain itu, bawang putih juga sering dikaitkan dengan upaya meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta pencegahan penyakit tertentu, meskipun klaim ini masih terus diteliti.
| Baca juga: Jalan Kaki di Pedesaan Tingkatkan Imun Tubuh |
Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi bawang putih dapat memberikan efek penurunan kecil pada kadar kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL), terutama pada individu dengan kadar kolesterol tinggi. Efek serupa juga ditemukan pada tekanan darah dan kadar gula darah, namun dampaknya dinilai masih terbatas dan belum cukup kuat untuk dijadikan terapi utama.
Terkait pencegahan kanker, bukti ilmiah yang ada masih belum konsisten. Konsumsi bawang putih tidak terbukti secara signifikan dapat menurunkan risiko kanker lambung, sementara pengaruhnya terhadap kanker kolorektal masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Dari sisi keamanan, bawang putih umumnya aman dikonsumsi dalam jumlah wajar sebagai bagian dari makanan sehari-hari. Namun, konsumsi berlebihan atau dalam bentuk suplemen dapat menimbulkan efek samping seperti bau mulut, gangguan pencernaan, dan reaksi alergi. Selain itu, bawang putih juga dapat meningkatkan risiko perdarahan, terutama jika dikonsumsi bersamaan dengan obat pengencer darah atau menjelang operasi.
Penggunaan bawang putih secara topikal, terutama dalam kondisi mentah, dapat menyebabkan iritasi kulit hingga luka bakar ringan. Oleh karena itu, penggunaannya perlu dilakukan dengan hati-hati.
Meskipun bawang putih memiliki potensi manfaat kesehatan, penggunaannya sebaiknya tetap dalam batas wajar dan tidak menggantikan pengobatan medis. Konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan, terutama bagi individu dengan kondisi tertentu atau yang sedang menjalani terapi obat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....