Benarkah Kuku Butuh Waktu 'Bernapas'? Ini Faktanya
- 16 Apr 2026 19:38 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Pernahkah Anda merasa kuku perlu “bernapas” setelah manicure? Faktanya, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Para ahli justru menilai istilah itu hanya kiasan dalam perawatan kuku.
Melansir laman Yahoo Health, istilah “bernapas” sering disalahartikan secara harfiah oleh banyak orang. Padahal, kuku bukan jaringan hidup yang membutuhkan oksigen dari udara. Kuku mendapatkan nutrisi dari aliran darah di bawahnya.
Meski begitu, jeda dari manicure tetap penting untuk kesehatan kuku. Praktik ini membantu menghindari kerusakan akibat bahan kimia dan proses perawatan. Terutama pada penggunaan gel, akrilik, atau dip powder.
Paparan berulang terhadap produk kuku dapat menyebabkan dehidrasi pada kuku. Kondisi ini membuat kuku menjadi rapuh dan kehilangan kilau alami. Dalam jangka panjang, kuku bisa mengalami kerusakan serius.
Beberapa tanda kuku perlu istirahat cukup mudah dikenali. Misalnya kuku terasa tipis, mudah mengelupas, atau berubah warna. Gejala lain termasuk bercak putih, nyeri, hingga kutikula yang rusak.
Durasi istirahat kuku tidak memiliki standar pasti. Hal ini tergantung pada kondisi dan tingkat kerusakan kuku masing-masing individu. Umumnya, jeda dilakukan hingga kondisi kuku kembali membaik.
Selain penggunaan produk, proses penghapusan manicure juga berisiko merusak kuku. Teknik agresif seperti pengikisan atau bahan kimia keras dapat memicu infeksi. Bahkan, penghilangan kutikula berlebihan bisa membuka celah bagi bakteri.
Saat jeda perawatan, kuku tetap perlu dirawat secara optimal. Penggunaan minyak kutikula, pelembap, serta pola makan bergizi sangat dianjurkan. Jika muncul gejala serius, konsultasi dengan dokter kulit menjadi langkah penting.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....