Ilmuwan Kembangkan Konsep 'Vaksin Terbang' Melalui Nyamuk
- 15 Mar 2026 06:50 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Di tengah kekhawatiran munculnya penyakit zoonosis baru, ilmuwan mencari cara pencegahan yang lebih inovatif. Salah satu ide terbaru adalah memanfaatkan nyamuk sebagai pembawa vaksin alami.
Dari penelitian terbaru yang dirilis di Science Advances, konsep “flying vaccines” atau vaksin terbang sedang dikembangkan oleh ilmuwan. Seperti diinformasikan laman Gavi, konsep vaksin terbang ini menggunakan nyamuk modifikasi untuk membawa virus yang telah dilemahkan
Ketika nyamuk menggigit hewan tertentu, virus yang telah dimodifikasi itu ikut berpindah. Proses tersebut diharapkan dapat memicu kekebalan alami pada hewan yang digigit.
Target utama penelitian ini adalah populasi kelelawar liar. Kelelawar diketahui menjadi reservoir alami banyak virus berbahaya bagi manusia.
Beberapa virus yang berasal dari kelelawar antara lain rabies, Nipah, dan Hendra. Sebagian virus tersebut dapat menular ke manusia maupun ternak.
Dengan memvaksinasi kelelawar di alam liar, ilmuwan berharap penularan virus dapat ditekan. Strategi ini juga berpotensi mencegah penyakit melompat ke manusia.
Namun penerapan metode ini masih menghadapi sejumlah tantangan ilmiah. Peneliti perlu memastikan vaksin benar-benar menjangkau populasi kelelawar.
Salah satu cara memantau keberhasilannya adalah menganalisis kotoran kelelawar. Peneliti dapat mencari penanda biologis yang menunjukkan kelelawar telah terpapar vaksin.
Jika berhasil, metode ini bisa menjadi pendekatan baru pencegahan wabah. Selain melindungi manusia, strategi tersebut juga menjaga peran penting kelelawar dalam ekosistem.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....