Dokter Gigi Ungkap Kebiasaan Sederhana Penentu Kesehatan Mulut Jangka Panjang
- 26 Feb 2026 22:30 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan gigi dan mulut dalam jangka panjang. Hal itu disampaikan Dewan Penasehat Persatuan Dokter Gigi Indonesia Cabang Sumenep sekaligus dokter gigi spesialis periodonsi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, drg. Yenniy Ismullah, Sp. Perio.
Menurutnya, kesehatan gigi tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering menyikat gigi, tetapi juga oleh kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara konsisten. “Hal sederhana yang dilakukan terus-menerus justru menentukan kondisi gigi dan gusi di masa depan,” ujarnya kepada RRI, Kamis, 26 Februari 2026.
Kebiasaan Sederhana yang Perlu Dibiasakan
drg. Yenniy mengatakan, salah satu kebiasaan penting adalah tidak langsung berkumur setelah menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride. “Cukup meludah tanpa berkumur air, agar fluoride tetap menempel lebih lama dan memperkuat email gigi,” ujarnya.
Selain itu, membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (flossing) minimal sekali sehari juga perlu dibiasakan karena area tersebut tidak terjangkau sikat gigi. Ia juga menyarankan berkumur dengan air putih setelah makan atau minum manis untuk membersihkan sisa gula dan asam.
“Kebiasaan lain yang tidak boleh ditinggalkan adalah menyikat gigi sebelum tidur, membersihkan lidah, serta menunggu sekitar 30 menit setelah makan—terutama makanan asam—sebelum menyikat gigi agar email tidak terkikis,” katanya.
Kebiasaan Harian Pencegah Penyakit Gigi
Selain menyikat gigi dua kali sehari, terdapat sejumlah kebiasaan yang perlu dilakukan setiap hari untuk mencegah gigi berlubang dan penyakit gusi. Di antaranya flossing untuk menghilangkan plak di sela gigi, menggunakan obat kumur untuk membantu menekan jumlah bakteri, serta membersihkan lidah dari bakteri penyebab bau mulut.
Ia juga mengingatkan pentingnya membatasi konsumsi makanan dan minuman manis serta asam. “Bakteri di mulut memakan gula dan menghasilkan asam yang merusak email gigi,” ujarnya.
Minum air putih yang cukup, menghindari rokok, serta memeriksakan gigi secara rutin minimal enam bulan sekali juga menjadi kebiasaan penting yang perlu diterapkan.
Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari
drg. Yenniy menilai, banyak masyarakat tidak sadar melakukan kebiasaan yang justru merusak gigi. Salah satunya menyikat gigi terlalu keras atau terlalu cepat. “Ini bisa mengikis email dan menyebabkan gusi turun, sehingga gigi menjadi sensitif. Gunakan sikat berbulu halus dan teknik memutar secara lembut,” ujarnya.
Kebiasaan mengunyah es batu atau benda keras, serta menggunakan gigi sebagai alat untuk membuka kemasan juga sering dilakukan tanpa disadari. “Hal ini bisa menyebabkan gigi retak atau patah. Biasakan menggunakan alat bantu yang semestinya,” katanya.
Selain itu, malas menggunakan benang gigi menyebabkan plak menumpuk di sela gigi dan memicu karies serta radang gusi. Menggertakkan gigi saat stres atau tidur juga berbahaya karena dapat mengikis email dan menimbulkan nyeri rahang.
“Konsumsi minuman asam atau bersoda secara berlebihan juga mempercepat kerusakan gigi. Solusinya bisa dengan menggunakan sedotan, membilas mulut dengan air putih, dan menunggu sekitar 30 menit sebelum menyikat gigi,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....