Dismenore: Gangguan Kesehatan Reproduksi yang Perlu di Waspadai

  • 21 Feb 2026 07:02 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Nyeri saat haid atau dismenore kerap dialami perempuan usia produktif. Kondisi ini ditandai kram pada perut bagian bawahakibat kontraksi rahim yang dipicu hormon prostaglandin, sering disertai mual atau pusing. Rasa nyeri dapat menjalar ke punggung dan paha.

Menurut World Health Organization (WHO), gangguan kesehatan reproduksi perlu mendapat perhatian serius. Dismenore termasuk keluhan yang sering dilaporkan remaja dan wanita muda. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas belajar dan bekerja.

Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan keluhan nyeri haid cukup tinggi pada remaja. Faktor hormon menjadi penyebab utama munculnya kram, peningkatan prostaglandin memicu kontraksi rahim lebih kuat, dan bisa juga disebabkan oleh gangguan reproduksi seperti endometriosis, adenomiosis, atau kista.

Dalam jurnal yang diterbitkan National Institutes of Health dijelaskan dismenore terbagi dua jenis. Dismenore primer terjadi tanpa kelainan organ reproduksi. Dismenore sekunder berkaitan dengan kondisi medis seperti endometriosis.

Gejala nyeri haid dapat disertai mual dan sakit kepala. Sebagian perempuan juga mengalami diare serta tubuh lemas. Jika nyeri berlebihan sebaiknya segera berkonsultasi ke tenaga kesehatan.

Penanganan dapat dilakukan dengan kompres hangat pada perut, yakni dengan menempelkan botol air hangat atau heating pad di perut bagian bawah selama 10-15 menit untuk melemaskan otot rahim. Olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, atau peregangan ringan membantu melepaskan endorfin (pereda nyeri alami) juga membantu melancarkan aliran darah. Konsumsi obat antinyeri sesuai anjuran dokter menjadi pilihan medis.

Edukasi kesehatan reproduksi penting diberikan sejak remaja. Informasi yang benar membantu perempuan memahami kondisi tubuhnya. Dengan penanganan tepat nyeri haid dapat dikendalikan dan tidak mengganggu kualitas hidup.

Segera periksa ke dokter kandungan jika Anda mengalami nyeri sangat hebat hingga tidak bisa beraktivitas. Nyeri semakin parah seiring berjalannya waktu, serta nyeri tetap terasa meskipun menstruasi sudah selesai termasuk saat disertai demam atau perdarahan berlebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....