Menopause pada Pria: Mengenal Andropause dan Dampaknya
- 12 Feb 2026 17:19 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep : Istilah “menopause pada pria” sering digunakan untuk menggambarkan penurunan hormon testosteron seiring bertambahnya usia. Dalam dunia medis, kondisi ini lebih dikenal sebagai andropause. Berbeda dengan menopause pada wanita yang terjadi jelas dan cepat, andropause berlangsung perlahan dan bertahap.
Andropause umumnya mulai terasa setelah usia 40–50 tahun. Pada masa ini, kadar testosteron pria menurun sedikit demi sedikit setiap tahun. Testosteron adalah hormon penting yang memengaruhi energi, gairah seksual, massa otot, serta suasana hati. Saat kadarnya turun, tubuh dan psikologis pria bisa ikut berubah.
Salah satu tanda yang sering dirasakan adalah penurunan energi. Pria bisa merasa lebih cepat lelah meski aktivitas tidak berat. Selain itu, massa otot cenderung berkurang dan lemak tubuh meningkat. Perubahan ini kadang membuat pria merasa kondisi fisiknya menurun.
Dari sisi psikologis, andropause juga dapat memengaruhi emosi. Sebagian pria menjadi lebih mudah murung, sensitif, atau kurang percaya diri. Ada pula yang mengalami penurunan motivasi dan semangat. Perubahan ini sering tidak disadari sebagai faktor hormonal.
Gairah seksual yang menurun juga kerap dikaitkan dengan andropause. Frekuensi dan kualitas ereksi bisa berubah. Namun, penting dipahami bahwa faktor kesehatan lain seperti diabetes, hipertensi, dan stres juga berperan besar.
Meski terdengar mengkhawatirkan, andropause adalah proses alami penuaan. Tidak semua pria mengalami gejala berat. Banyak yang tetap menjalani hidup aktif tanpa keluhan berarti. Gaya hidup sehat sangat berpengaruh pada bagaimana tubuh menghadapi fase ini.
Olahraga rutin, terutama latihan kekuatan, membantu menjaga kadar testosteron. Pola makan bergizi, tidur cukup, dan mengelola stres juga penting. Menghindari rokok dan alkohol berlebihan memberi dampak positif jangka panjang.
Jika gejala terasa mengganggu, konsultasi ke dokter bisa menjadi langkah tepat. Pemeriksaan hormon dapat memastikan kondisi sebenarnya. Pada kasus tertentu, terapi hormon mungkin dipertimbangkan dengan pengawasan medis ketat.
Memahami andropause membantu pria menerima perubahan tubuh dengan lebih bijak. Fase ini bukan akhir dari vitalitas, melainkan bagian dari proses hidup. Dengan perawatan diri yang baik, pria tetap bisa sehat, produktif, dan percaya diri di usia matang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....