Semangat Turunkan Stunting Di 2026
- 02 Feb 2026 09:31 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep : Setelah sempat mencuat di tahun 2029, kasus stunting mengalami perbaikan pada 2021. Dimana Jawa Timur menjadi Provinsi kedua di Indonesia yang berhasil mencapai penurunan kasus stunting setelah Bali.
Khusus di Kabupaten Sumenep, berdasarkan data, kasus stunting terus mengalami penurunan. Jika pada tahun 2021 sebesar 21 persen, akhir 2025 menjadi 11 persen dan di awal tahun 2026 ini telah berhasil turun sebesar 10 persen.
Hal tersebut diungkapkan oleh DR. Zakiyah Yasin, Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Wiraraja UNIJA Sumenep. Menurutnya, stunting merupakan kasus yang sring seklai menajdi pembahasan karena sangat penting bagi masa depan anak-anak Bangsa. Penurunan kasus stunting khususnya di Kabupaten Sumenep merupakan hasil kerja keras semua pihak.
"Dinas Kesehatan, Pemerintah daerah, Organisasi lintas sektor, dunia pendidikan serta banyak pihak lainnya telah melakukan sinergi yang maksimal sehingga kasus stunting mengalami angka penurunan yang baik," katanya, Senin 2 Februari 2026.
Zakiyah menjelaskan, stunting merupakan sebuah kondisi dimana seorang anak tidak dapat bertumbuh kembang seperti anak seusianya terutama pada tinggi badannya (pendek/cebol) yang menjadi tolak ukur utama. Hal tersebut terjadi karena pada saat hamil, bayi kekurangan energi protein dan zat gizi lain sampai lahir dan berusia 2 tahun.
Berdasarkan penelitian, kata Zakiyah, untuk meningkatkan akses terhadap makanan bergizi pada anak sebagai upaya pemenuhan gizi dapat dilakukan dengan tiga cara, yakni pola makan, pola asuh gizi, sanitasi.
"Untuk pola makan, bagaimana kita sebagai orang tua dapat mengatur pemberian makanan bergizi pada anak secara teratur. Seperti sarapan makan siang dan makan malam dengan menu yang memenuhi unsur gizi," ujarnya.
Selain itu memberikan ASI ekslusif pada bayi sangat dianjurkan. Untuk pola asuh gizi, bagaimana kita sebagai orang tua memberikan menu makanan sesuai dengan pola asuh yang benar, jangan sampai anak merasa dipaksa untuk makan. Disinilah tantangan bagi orang tua untuk membuat strategi yang baik.
Sementara untuk sanitasi, apakah bahan makanan yang diberikan pada anak sudah dicuci dengan benar, harus benar-benar bersih semisal botol susu anak bayi.
Zakiyah juga mengapresiasi progam Makan Bergizi Gratis MBG yang diinisiasi oleh Pemerintah. Menurutnya, program MBG sangat membantu bagi orang tua yang anaknya tidak bisa sarapan dari rumah.
"Selain itu, MBG juga memberikan manfaat pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia karena pemberian menu MBG melibatkan para ahli gizi dalam pelaksanaannya." ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....