Kebiasaan Buruk Ini Bisa Picu Asam Lambung Kambuh

  • 25 Jan 2026 06:18 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Asam lambung sering kali dianggap pemicunya karena makanan pedas atau asam. Padahal, bagi penderita gangguan asam lambung, kebiasaan harian yang terlihat sepele justru sering menjadi pemicu utama kambuhnya asam lambung. Tanpa disadari, pola hidup yang kurang tepat dapat memperburuk kondisi lambung meski asupan makanan sudah dijaga.

Salah satu kebiasaan yang paling sering memicu asam lambung naik adalah melewatkan waktu makan. Lambung yang dibiarkan kosong terlalu lama tetap memproduksi asam. Ketika tidak ada makanan yang dicerna, asam tersebutlah yang dapat mengiritasi dinding lambung dan menimbulkan rasa perih, mual, hingga sensasi panas di dada.

Kebiasaan langsung berbaring setelah makan juga patut diwaspadai. Posisi tubuh yang horizontal membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Inilah alasan mengapa banyak penderita asam lambung merasakan keluhan saat malam hari, terutama setelah makan malam dan segera tidur.

Selain itu, pola tidur yang tidak teratur juga ikut berperan dalam memperparah gejala asam lambung. Kurang tidur dapat meningkatkan stres, sementara stres sendiri dapat memengaruhi produksi asam lambung.

Konsumsi minuman tertentu juga bisa menjadi pemicu kambuhnya asam lambung, seperti kopi, minuman bersoda, atau teh berkafein, terutama jika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong. Minuman tersebutlah yang dapat merangsang produksi asam lambung dan melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan.

Tak kalah pentingnya, kebiasaan makan terlalu cepat atau dalam porsi besar juga dapat membebani kerja lambung. Lambung yang tertekan berisiko mendorong asam naik, sehingga memicu rasa tidak nyaman di dada dan tenggorokan.

Asam lambung tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi, tetapi juga bagaimana kebiasaan sehari-hari kita. Dengan mengatur waktu makan, menjaga posisi tubuh setelah makan, mengelola stres, serta memperbaiki pola tidur, risiko kambuhnya asam lambung dapat diminimalkan. Perubahan kecil dalam rutinitas harian bisa memberikan dampak besar bagi kenyamanan pencernaan. (RIA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....