Awas! 'Metabolic Slugghisness' Bikin Diet Gagal!

  • 23 Jan 2026 12:17 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Pernahkah berat badan sulit turun meski sudah diet? Mungkin metabolisme Anda melambat (Metabolic Slugghisness) akibat kesalahan kecil sehari-hari. Menjaga metabolisme tetap tinggi sangat penting untuk berat badan ideal.

Dari laman Healthline, makan terlalu sedikit kalori justru kontraproduktif. Tubuh akan memperlambat pembakaran saat merasa makanan langka. Studi membuktikan konsumsi di bawah 1.000 kalori sangat mempengaruhi metabolisme.

Kurang asupan protein juga memperlambat metabolisme. Protein meningkatkan pembakaran kalori lebih besar dibanding nutrisi lain. Efek termik protein mencapai 20-30%, jauh di atas lemak atau karbohidrat.

Gaya hidup sedentari atau mager mengurangi pembakaran kalori. Aktivitas harian seperti berdiri dan naik tangga sangat membantu. Aktivitas non-olahraga dapat membakar banyak kalori ekstra.

Kurang tidur berdampak buruk bagi metabolisme. Tidur hanya 4 jam setiap malam dapat menurunkan laju metabolisme. Tidur kurang dari 7-8 jam juga meningkatkan risiko penyakit serius.

Minuman manis tinggi fruktosa memperlambat metabolisme. Fruktosa dapat meningkatkan penyimpanan lemak di perut dan hati. Konsumsi minuman manis dikaitkan dengan risiko obesitas dan diabetes.

Melewatkan latihan kekuatan juga kesalahan umum. Latihan beban meningkatkan massa otot dan metabolisme istirahat. Latihan singkat 11 menit sehari sudah membuktikan manfaat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....