Dewan Kesehatan Madura Ajak Masyarakat Cegah Penyakit Kusta

  • 24 Jan 2025 13:59 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Jawa Timur menjadi penyumbang kasus kusta tertinggi di Indonesia. Secara nasional jumlah kasus kusta di Indonesia saat ini adalah 7.166 kasus, dan 2.124 dari jumlah tersebut adalah kasus baru kusta di Jawa Timur.

Daerah pesisir di Jawa Timur seperti Kabupaten Sampang, Bangkalan, Sumenep menjadi penyumbang tertinggi.

Untuk itu, dalam rangka memperingati Hari Kusta Sedunia, Dewan Kesehatan Rakyat Madura mengajak masyarakat untuk terus melakukan pencegahan penyakit kusta.

Ketua Dewan Kesehatan Rakyat Madura Muhyi menerangkan, kusta adalah penyakit infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan. Kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium Leprae.

Bakteri ini, dapat menular dari satu orang ke orang lainnya melalui lingkungan yang kotor.

Terutama lembab, percikan cairan dari saluran pernapasan (droplet) yaitu ludah atau dahak yang keluar pada saat batuk atau bersin. Juga saat bersentuhan langsung dengan intensitas terus-menerus.

“Untuk itu ketersediaan air bersih dan pola hidup masyarakat juga mempengaruhi penularan kasus baru kusta, karena penularannya melalui udara atau droplet,” terangnya, Jumat (24/1/2025).

Untuk deteksi dini dan menekan penularannya, tambah Muhyi, Dewan Kesehatan Rakyat Madura rutin memberikan edukasi kepada masyarat.

Karena penyakit kusta ini dapat disembuhkan dengan memeriksakan di faskes tingkat 1 yang terdekat jika merasa ada gejala.

Kemudian juga mendapatkan pemberian obat dengan dosis yang tepat.

“Kami berharap agar masyarakat lebih peduli apa yang yang terjadi di bagian tubuh terutama gejala-gejala kusta. Semoga tidak ada stigma negatif kepada penderita kusta. Meraka harus dirangkul dan didorong semangatnya agar cepat pulih kembali terutama dalam bersosialisasi dengan sekitar,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....