Kutu Rambut - Gejala, Penularan dan Pencegahannya

  • 02 Nov 2024 03:44 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Kutu rambut, atau Pediculus humanus capitis , adalah serangga parasit yang memakan darah manusia. Kutu rambut dapat ditemukan terutama di kepala, tetapi juga di alis dan bulu mata. Kutu rambut dewasa berukuran panjang sekitar 2 – 3 mm (kira-kira seukuran biji wijen).

Orang yang terkena kutu rambut mungkin tidak menunjukkan gejala, terutama saat pertama kali terinfeksi atau saat infeksinya ringan. Gatal (pruritus) merupakan gejala paling umum dari infeksi kutu rambut. Gejala lainnya Perasaan geli atau sensasi ada sesuatu yang bergerak di rambut, mudah tersinggung dan tidak bisa tidur, luka di kepala yang disebabkan oleh garukan, yang terkadang dapat terinfeksi oleh bakteri yang biasanya ditemukan di kulit Anda

Kutu rambut tidak menularkan penyakit apa pun dan oleh karena itu tidak dianggap membahayakan kesehatan. Tidak ada data yang dapat diandalkan tentang berapa banyak orang yang terkena kutu rambut setiap tahun di Amerika Serikat; namun, diperkirakan 6 – 12 juta kasus kutu rambut terjadi setiap tahun di Amerika Serikat pada anak-anak berusia 3 – 11 tahun. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak perempuan lebih sering terkena kutu rambut daripada anak laki-laki, mungkin karena kontak kepala dengan kepala lebih sering.

Mengutip laman Centers for Disease Control and Prevention, cara yang paling umum untuk tertular kutu rambut yakni melalui kontak langsung dengan orang yang sudah memiliki kutu rambut. Kontak ini umum terjadi pada anak-anak yang bermain di tempat-tempat seperti sekolah atau rumah. Tertular kutu rambut tidak terkait dengan kebersihan diri atau lingkungan sekitar. Meskipun tidak umum, kutu rambut juga dapat menyebar melalui pakaian seperti topi, syal, mantel, seragam olahraga, atau pita rambut yang dikenakan oleh orang yang terinfeksi, menggunakan sisir, sikat, atau handuk yang terinfeksi atau berbaring di tempat tidur, sofa, bantal, karpet, atau boneka binatang yang baru saja bersentuhan dengan orang yang terinfeksi.

Untuk membantu mengendalikan wabah kutu rambut di masyarakat, sekolah, atau perkemahan, ajari anak-anak untuk menghindari aktivitas yang dapat menyebarkan kutu rambut. Misalnya, ajari anak-anak untuk hindari kontak rambut ke rambut saat bermain dan jangan berbagi pakaian seperti topi, pita rambut, jepit rambut, syal, mantel, atau seragam olahraga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....