'Shinrin-yoku', Terapi yang Kini Diresepkan Dokter di Jepang

  • 20 Agt 2026 16:04 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Jepang kembali mendobrak dunia medis modern melalui cara pengobatan yang sangat tidak biasa. Para dokter di sana kini mulai rutin meresepkan kunjungan ke hutan bagi para pasiennya.

Menurut Japan Daily, llangkah ini diambil sebagai bentuk pencegahan penyakit akibat gaya hidup perkotaan yang sangat padat. Praktik unik tersebut dikenal luas oleh masyarakat dunia dengan sebutan Shinrin-yoku atau mandi hutan.

Metode ini bukan sekadar berjalan santai atau melakukan olahraga fisik biasa di alam terbuka. Shinrin-yoku berfokus pada proses penyatuan seluruh panca indra dengan atmosfer hutan secara mendalam.

Akar tradisi medis ini sebenarnya sudah mulai dikembangkan sejak era dekade 1980-an lalu. Pemerintah Jepang sengaja menciptakan metode tersebut guna menekan lonjakan tingkat stres warga kota.

Secara ilmiah, pepohonan melepas senyawa kimia alami bernama phytoncide untuk melindungi diri dari ancaman. Saat dihirup manusia, senyawa misterius ini terbukti ampuh meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara signifikan.

Penelitian medis mencatat penurunan kadar hormon stres dan tekanan darah secara drastis pada peserta. Tidur pun menjadi jauh lebih nyenyak serta konsentrasi pikiran meningkat secara sangat nyata.

Izin resep dokter ini dipraktikkan secara literal pada kawasan hutan terapi yang terakreditasi resmi. Pasien akan didampingi oleh pemandu profesional untuk melakukan latihan pernapasan serta teknik kesadaran penuh.

Taman Nasional Yoshino-Kumano menjadi salah satu lokasi favorit pelaksanaan terapi kesehatan alami ini. Keindahan alam di sana menawarkan ketenangan jiwa yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat perkotaan modern.

Secara budaya, masyarakat Jepang memang sangat menghormati alam sekitar melalui ajaran tradisi Shinto. Kepercayaan lama ini memandang hutan sebagai tempat suci yang penuh dengan energi kehidupan.

Kini tren pengobatan berbasis alam tersebut telah menyebar luas ke berbagai negara besar dunia. Amerika Serikat hingga Korea Selatan bahkan mulai menerapkan konsep serupa untuk layanan kesehatan masyarakat.

Masyarakat umum sebenarnya bisa mencoba praktik ini sendiri di area pepohonan terdekat tanpa biaya. Kuncinya cukup matikan telepon genggam, berjalan pelan, serta rasakan aroma tanah secara penuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....