Telomer, Ujung Kromosom yang Mengungkap Rahasia Penuaan

  • 16 Agt 2026 15:13 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Penuaan ternyata tidak hanya terlihat dari rambut beruban atau kulit yang mengendur. Di dalam sel, terdapat struktur bernama telomer yang ikut merekam perjalanan kehidupan sel.

Telomer berada di ujung kromosom dan tersusun dari DNA serta protein. Fungsinya melindungi informasi genetik agar tidak rusak, terurai, atau menyatu dengan kromosom lain.

Cara kerjanya dapat dibayangkan seperti ujung tali sepatu yang dilapisi pelindung. Tanpa pelindung tersebut, tali mudah terurai, seperti kromosom tanpa telomer yang rentan mengalami kerusakan, demikian dikutip dari laman NAD+ Aging Science.

Setiap kali sel membelah, telomer umumnya menjadi sedikit lebih pendek. Ketika mencapai panjang tertentu, sel dapat berhenti membelah melalui proses yang disebut senesens seluler.

Karena itu, telomer sering dikaitkan dengan penuaan biologis. Namun, panjang telomer bukanlah “jam kehidupan” yang dapat menentukan secara pasti berapa lama seseorang hidup.

Pemendekan telomer dipengaruhi berbagai faktor, bukan sekadar bertambahnya usia. Genetik, peradangan kronis, stres oksidatif, kebiasaan merokok, pola makan, dan lingkungan dapat turut berperan.

Di sinilah gaya hidup menjadi relevan, meski tidak boleh dianggap sebagai obat pemanjang telomer. Aktivitas fisik, pola makan seimbang, tidur cukup, dan menghindari rokok mendukung kesehatan sel secara keseluruhan.

Penelitian juga menemukan hubungan antara telomer pendek dan sejumlah penyakit terkait usia. Kondisi tersebut antara lain penyakit jantung, kanker, serta beberapa gangguan kesehatan lainnya.

Tubuh sebenarnya memiliki enzim bernama telomerase yang membantu mempertahankan panjang telomer. Enzim ini aktif pada sel tertentu, termasuk sel punca, serta banyak ditemukan pada sel kanker.

Kemampuan mempertahankan telomer membuat sel kanker dapat terus membelah. Karena itu, telomerase kini menjadi salah satu sasaran penelitian dalam pengembangan terapi kanker.

Penemuan telomerase turut mengantarkan Elizabeth Blackburn, Carol Greider, dan Jack Szostak meraih Nobel 2009. Temuan tersebut membuka pemahaman baru mengenai hubungan kromosom, penuaan, dan penyakit.

Meski menjanjikan, teknologi untuk memperpanjang telomer belum menjadi solusi pasti bagi penuaan manusia. Sampai kini, bukti ilmiah belum cukup untuk menyatakan suplemen atau terapi tertentu dapat memperpanjang umur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....