Uang Cepat Habis? Pahami Inflasi dan Strategi Investasi
- 13 Agt 2026 05:30 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Uang cepat habis sering kali bukan karena boros saja, tetapi akibat inflasi yang membuat harga barang naik dan nilai uang turun dari waktu ke waktu. Inflasi secara sederhana merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam periode tertentu. Kondisi tersebut membuat jumlah uang yang sama tidak lagi mampu membeli barang dengan jumlah yang sama seperti sebelumnya.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura, Jakfar Sadik saat program Inflasi dan Investasi RRI, Rabu, 12 Agustus 2026, mengatakan, masyarakat perlu memahami inflasi agar dapat menyusun strategi keuangan secara lebih tepat, terutama dalam mengatur pendapatan, pengeluaran, tabungan, dan investasi. Oleh karenanya, masyarakat perlu membedakan antara kebutuhan dan keinginan sebelum membelanjakan pendapatan.
“Pengelolaan anggaran secara disiplin menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan keuangan, sekaligus memastikan sebagian pendapatan dapat dialokasikan untuk tabungan maupun investasi. Dan investasi dapat menjadi salah satu strategi dalam menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang,” katanya.
Menurut Jakfar, investasi tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Masyarakat dapat mengenal berbagai pilihan seperti deposito, emas, reksa dana, obligasi, hingga saham, dengan memahami karakteristik, potensi keuntungan, risiko, dan jangka waktu investasi sebelum mengambil keputusan.
Ia mengingatkan masyarakat tidak mudah tergiur investasi yang menawarkan keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Sebelum menanamkan modal, calon investor perlu memahami produk yang dipilih, menghitung risikonya, serta memastikan legalitas lembaga atau platform investasi.
“Memahami inflasi dan investasi pada akhirnya bukan sekadar upaya mengejar keuntungan, tetapi bagian dari membangun ketahanan keuangan. Dengan mengendalikan pengeluaran, meningkatkan kemampuan mengelola uang, serta berinvestasi secara bijak dan terukur, masyarakat dapat menjaga kondisi finansial menghadapi kenaikan biaya hidup,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....