Mengenal Jenis Antena Radio Penunjang Siaran FM Berkualitas

  • 30 Jul 2026 13:57 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Antena merupakan komponen vital dalam sistem pemancar maupun penerima radio karena berfungsi mengubah sinyal listrik menjadi gelombang elektromagnetik untuk dipancarkan ke udara, sekaligus menangkap gelombang elektromagnetik dan mengubahnya kembali menjadi sinyal listrik. Teknisi LPP RRI Sumenep, Wasiluturahman, menjelaskan bahwa pemilihan jenis antena sangat berpengaruh terhadap kualitas pancaran, jangkauan siaran, dan keandalan sistem komunikasi radio.

Menurut Wasiluturahman, antena Circular Polarization (CP) menjadi jenis yang paling banyak digunakan pada stasiun radio FM komersial maupun komunitas. Antena ini memancarkan gelombang dengan polarisasi melingkar sehingga dapat diterima dengan baik oleh radio yang menggunakan antena vertikal maupun horizontal, seperti radio mobil dan radio rumah. Bentuknya berupa ring atau loop logam yang disusun bertingkat pada tower, dengan jumlah bay yang memengaruhi besarnya gain dan luas jangkauan siaran.

Selain antena CP, terdapat antena dipole yang merupakan jenis paling sederhana dan menjadi dasar berbagai desain antena lainnya. Sementara itu, antena Yagi memiliki pola pancaran yang terarah sehingga banyak dimanfaatkan untuk komunikasi titik ke titik, seperti Studio Transmitter Link (STL), karena mampu mengirimkan sinyal secara lebih fokus ke lokasi tujuan.

Untuk kebutuhan cakupan area yang lebih luas, digunakan antena omnidirectional vertikal yang memancarkan sinyal secara merata ke segala arah pada bidang horizontal. Adapun antena panel atau sektoral digunakan pada sistem komunikasi seluler dan trunking radio karena mampu memancarkan sinyal pada sektor tertentu, sehingga lebih efektif dalam membagi wilayah layanan komunikasi.

Wasiluturahman menambahkan, komunikasi microwave dan pengiriman data berkecepatan tinggi umumnya menggunakan antena parabola (dish) yang memiliki gain tinggi dan pola pancaran sangat terarah. Selain itu, terdapat antena log periodic yang mampu bekerja pada rentang frekuensi lebar sehingga banyak dimanfaatkan untuk monitoring frekuensi maupun kegiatan pengukuran teknis menggunakan spectrum analyzer.

Ia juga menegaskan bahwa kinerja antena harus didukung dengan perawatan rutin. Beberapa bagian yang perlu diperiksa secara berkala meliputi kondisi fisik ring atau loop antena dari karat, korosi, maupun retakan, konektor dan kabel feeder, kekencangan baut serta bracket penyangga pada tower, hingga sistem grounding untuk mengurangi risiko kerusakan akibat sambaran petir.

"Perawatan antena secara berkala sangat penting untuk menjaga kualitas pancaran sinyal tetap optimal, meminimalkan gangguan siaran, serta memperpanjang usia pakai perangkat pemancar," pungkas Wasiluturahman. (Ria)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....