Menelusuri Jejak Sejarah dan Mitos Unik Tomat

  • 11 Jul 2026 06:07 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Buah tomat yang kita kenal sekarang ternyata memiliki sejarah panjang yang sangat mengejutkan bagi sebagian besar masyarakat. Leluhur tanaman ini awalnya tumbuh liar di kawasan Amerika Selatan dengan ukuran buah sekecil biji kopi ceri.

Tanaman buah ini sebenarnya masih berkerabat dekat dengan cabai, kentang, terong, serta tumbuhan tembakau di seluruh dunia. Seluruh anggota nightshade vegetables family ini dapat tumbuh dengan sangat optimal pada wilayah beriklim panas dan cerah, demikian dikutip dari Food Republic.

Ketika pertama kali dibawa menuju benua Eropa, buah eksotis ini justru memiliki warna kuning cerah yang memikat. Masyarakat Italia pada masa abad keenam belas kemudian menjuluki buah unik tersebut sebagai apel emas yang indah.

Kaum bangsawan Eropa sempat sangat takut mengonsumsi tomat karena mengira buah ini mengandung racun mematikan bagi manusia. Prasangka buruk tersebut muncul akibat adanya reaksi kimia asam buah dengan peralatan makan yang terbuat dari timbal.

Di sisi lain, sebagian masyarakat Prancis justru menganggap buah ini sebagai simbol cinta yang meningkatkan gairah seksual. Mereka meyakini bentuk buah yang menyerupai jantung manusia memiliki khasiat khusus untuk kesehatan kehidupan asmara mereka.

Meskipun awalnya hanya menjadi tanaman hias di pekarangan rumah, popularitas buah ini perlahan mulai menyebar ke seluruh dunia. Kini negara Tiongkok secara mengejutkan berhasil menjadi produsen tomat terbesar yang menguasai pasar perdagangan global saat ini.

Selain kaya akan vitamin, kandungan likopen dalam buah ini sangat ampuh menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Manfaat luar biasa tersebut membuat buah ini menjadi salah satu bahan makanan yang sangat wajib dikonsumsi sehari-hari.

Tradisi unik melempar tomat dalam festival 'La Tomatina' di Spanyol juga menjadi daya tarik wisata yang mendunia. Namun mitos penonton melempari aktor teater zaman Shakespeare dengan buah ini terbukti hanya cerita fiktif belaka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....