Kisah Eksentrik Putri Charles Darwin "Sang Evolusionis"
- 11 Jul 2026 05:46 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Kisah unik datang dari sejarah keluarga ilmuwan terkemuka dunia tentang hobi yang sangat tidak biasa dilakukan wanita. Henrietta Darwin yang merupakan putri sulung Charles Darwin, bapak teori evolusi dunia, ternyata memiliki kegemaran aneh yaitu berburu jamur berbentuk mirip kelamin. Menggunakan sebuah keranjang beserta tongkat kayu wanita eksentrik ini rajin menjelajahi hutan lebat demi membasmi jamur busuk.
Melansir laman Popsci, aksi tidak biasa di awal abad kedua puluh tersebut dilakukan secara rutin di pinggiran desa wilayah Gomshall, Inggris. Henrietta dengan hidung tajamnya akan melacak keberadaan jamur jenis stinkhorn yang mengeluarkan bau busuk seperti bangkai. Dipicu aroma menyengat ia segera membongkar tanaman itu lalu membakarnya dalam rahasia agar tidak dilihat orang lain.
Alasan pembakaran tersebut sangat menggelitik karena dirinya ingin melindungi moralitas para pelayan wanita di rumah keluarga mereka. Bentuk jamur yang sangat erotis dianggap dapat merusak pikiran suci pekerja domestik yang belum menikah kala itu. Setidaknya dalih itulah yang disampaikan Henrietta kepada keponakannya dengan mata berbinar jenaka saat menceritakan petualangan berburunya.
Namun di balik kegilaan berburu jamur erotis tersebut Henrietta sebenarnya merupakan seorang intelektual hebat pada zamannya sendiri. Charles Darwin sendiri sangat menghargai kontribusi besar sang putri dalam menyunting berbagai manuskrip ilmiah penting miliknya. Berkat bantuan pemikiran kritis Henrietta buku legendaris bertajuk The Descent of Man berhasil diselesaikan dengan bahasa yang lugas.
Keterlibatan aktif perempuan dalam dunia sains modern terbukti bukan hal asing bagi tradisi diskusi internal keluarga Darwin. Sejarawan mengungkapkan bahwa kontribusi keuangan dan intelektual yang diterima Henrietta dari ayahnya bernilai sangat besar untuk masa itu. Fenomena ini sekaligus mendobrak stereotip lama mengenai keterbatasan peran wanita kaum borjuis selama era Victoria di Inggris.
Mengenai objek buruannya jamur stinkhorn atau Phallus impudicus memang dikenal luas memiliki reputasi buruk di daratan Eropa. Jamur unik ini dapat tumbuh sangat cepat dari bentuk telur hingga merusak wadah kaca akibat tekanan hidrolik. Aromanya yang mengerikan sengaja diproduksi untuk menarik perhatian serangga agar bersedia menyebarkan spora ke wilayah yang lebih jauh.
Mitos masyarakat lokal sering mengaitkan tanaman berbentuk vulgar ini dengan sihir hitam ataupun penularan berbagai penyakit berbahaya. Meskipun demikian Henrietta yang berpendidikan tinggi dipastikan memahami bahwa ancaman moralitas tersebut hanyalah sebuah lelucon belaka bagi keluarganya. Tindakan protektif itu murni bentuk kepedulian kelas sosial atas nasib pelayan tanpa adanya maksud mengekang secara puritan.
Hingga akhir hayatnya sosok Henrietta Darwin tetap dikenang dengan penuh kasih sayang oleh seluruh anggota keluarga besarnya. Ia juga terus aktif membagikan ilmu pengetahuan serta potongan draf buku On the Origin of Species kepada generasi muda. Warisan intelektual wanita luar biasa ini membuktikan bahwa dirinya mampu memimpin sebuah kerajaan besar melampaui sekadar wilayah perburuan jamur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....