GOW Sumenep Gelar Seminar Healing Parenting, Dorong Pola Asuh Anak tanpa Luka
- 18 Jun 2026 12:52 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumenep menggelar Seminar Parenting bertema “Healing Parenting: Mendidik Anak Tanpa Luka” pada Kamis 18 Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti puluhan kaum ibu yang terdiri dari pengurus dan anggota organisasi perempuan yang tergabung dalam GOW Kabupaten Sumenep.
Seminar ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas para orang tua, khususnya ibu, dalam menerapkan pola pengasuhan yang sehat, penuh kasih sayang, serta bebas dari trauma emosional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk membangun keluarga yang harmonis dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Wakil Ketua GOW Kabupaten Sumenep, Siti Nur Asiyah, mengatakan keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak. Menurutnya, dari lingkungan keluarga anak belajar mengenal dunia, memahami kasih sayang, nilai-nilai kehidupan, hingga cara berinteraksi dengan orang lain.
“Orang tua, khususnya ibu, memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter, kepribadian, dan masa depan anak. Karena itu, pola pengasuhan yang diterapkan dalam keluarga akan sangat menentukan perkembangan mereka,” ujarnya dalam sambutan.
Ia mengakui masih banyak orang tua yang tanpa sadar menerapkan pola asuh yang kurang tepat akibat pengalaman masa lalu, tekanan kehidupan, maupun keterbatasan pemahaman. Karena itu, tema Mendidik Anak Tanpa Luka dinilai sangat relevan untuk membantu orang tua lebih memahami emosi diri serta memutus rantai pola asuh yang tidak sehat.
Sementara itu, psikolog dari Poli Jiwa RSUD dr. H. Moh. Anwar dan RS Esto Ebhu Sumenep, Nidaul Iman Iya, S.Psi., M.Psi., menjelaskan konsep healing parenting berfokus pada penyembuhan luka batin orang tua agar tidak diwariskan kepada anak-anak mereka.
“Faktanya, sekitar 70 persen pola asuh yang kita terapkan merupakan duplikasi dari cara kita diasuh saat kecil. Kebiasaan itu terbawa tanpa disadari ketika kita menjadi orang tua dan diterapkan kembali kepada anak,” katanya.
Menurut Nidaul, tidak ada orang tua yang ingin menyakiti atau melukai anaknya. Namun, pola asuh yang kurang tepat sering kali muncul karena kebiasaan yang diwariskan dari generasi sebelumnya. Oleh sebab itu, orang tua perlu memilah pola pengasuhan yang baik untuk diteruskan dan menghentikan kebiasaan yang berpotensi menimbulkan luka emosional pada anak.
Melalui seminar ini, peserta diajak memahami dampak psikologis pola asuh terhadap perkembangan anak, mengenali pola pengasuhan yang melukai tanpa disadari, serta mempraktikkan strategi pengasuhan yang lebih sehat, sadar, dan penuh kasih sayang.
GOW Kabupaten Sumenep berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas pengasuhan dalam keluarga sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat secara mental, berkarakter, dan berakhlak mulia. (SR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....