Kenali Jenis dan Perkembangan QRIS, Dukung Transaksi Digital yang Aman dan Praktis
- 23 Mei 2026 18:33 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Sistem QRIS terus berkembang sebagai standar pembayaran digital nasional yang digunakan masyarakat dalam berbagai transaksi non tunai. Pengembangannya tidak hanya ditujukan untuk mempermudah proses pembayaran, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna saat bertransaksi.
Seiring meningkatnya penggunaan pembayaran digital, Bank Indonesia bersama penyedia layanan pembayaran terus menghadirkan pembaruan pada fitur, metode transaksi, serta sistem keamanan QRIS agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Salah satu jenis yang paling banyak digunakan saat ini adalah QRIS statis, yaitu sistem dengan barcode tetap yang umum dipakai pelaku UMKM, warung, hingga pedagang kecil. Pengguna cukup memindai kode yang sama setiap melakukan pembayaran dan memasukkan nominal transaksi secara manual.
Selain itu terdapat QRIS dinamis, yakni kode QR yang berubah mengikuti nominal transaksi yang dihasilkan dari sistem kasir. Metode ini dinilai lebih praktis karena pelanggan tidak perlu lagi mengisi nominal pembayaran secara manual sehingga dapat mengurangi risiko kesalahan input.
Dalam penggunaannya, QRIS juga mengenal dua metode transaksi utama. Pertama, Customer Presented Mode (CPM), yaitu pelanggan menunjukkan kode QR dari aplikasi pembayaran untuk dipindai oleh merchant. Kedua, Merchant Presented Mode (MPM), di mana merchant menampilkan barcode dan pelanggan melakukan pemindaian melalui aplikasi pembayaran.
Perkembangan terbaru hadir melalui QRIS Tap yang memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC). Melalui sistem ini, transaksi dapat dilakukan cukup dengan menempelkan ponsel ke perangkat tanpa perlu membuka kamera untuk memindai barcode.
Teknologi tersebut mulai diterapkan pada sejumlah layanan transportasi dan transaksi modern, khususnya bagi pengguna perangkat Android yang telah mendukung fitur NFC.
Pembaruan sistem QRIS dinilai penting karena berkaitan langsung dengan keamanan transaksi digital. Pengembangan yang terus dilakukan diharapkan mampu meminimalkan kesalahan transaksi, memperjelas identitas penerima pembayaran, serta mengurangi potensi penyalahgunaan dan berbagai modus penipuan digital.
Masyarakat juga diimbau untuk rutin memperbarui aplikasi perbankan maupun dompet digital agar fitur keamanan terbaru dapat berfungsi secara optimal dan pengalaman transaksi digital tetap aman serta nyaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....