Anak Pulau, antara Ambisi dan Tanggung Jawab Jadi Inspirasi Generasi Muda
- 20 Apr 2026 22:47 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Tantangan yang dihadapi anak-anak kepulauan tidak hanya berkutat pada keterbatasan fisik dan akses, tetapi juga menyentuh dilema batin antara mengejar cita-cita dan memikul tanggung jawab terhadap daerah asal.
Hal tersebut mengemuka dalam program Jaga Malam Pro2 FM yang disiarkan pada Senin 20 April 2026 pukul 20.20 WIB dan juga ditayangkan secara langsung melalui TikTok Pro2. Dalam kesempatan itu, dua mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas HIMPASS (Himpunan Mahasiswa Kepulauan Sumenep), yakni Risqiah dari Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Sumenep dan Rianur Fariska dari Universitas PGRI (UPI) Sumenep, berbagi inspirasi melalui tema “Anak Pulau Antara Ambisi dan Tanggung Jawab.”
Dalam dialog tersebut, keduanya menekankan bahwa perjuangan mahasiswa kepulauan tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga mencakup aspek emosional dan moral. Mereka harus mampu menyeimbangkan keinginan untuk meraih masa depan dengan tanggung jawab untuk kembali membangun daerah asal.
Risqiah mengungkapkan, kesadaran utama sebagai anak pulau adalah berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih mapan, baik secara emosional maupun dalam hal tanggung jawab.
“Kesadaran utama ialah berjuang untuk menjadi lebih mapan secara emosional, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai anak yang menuntut ilmu di luar daerah, agar nantinya bisa kembali dan mengelola ekosistem di tanah asal,” ujarnya.
Sementara itu, Rianur Fariska menambahkan bahwa penting bagi generasi muda kepulauan untuk menumbuhkan empati dan saling mendukung demi kemajuan bersama, baik dari sisi pendidikan maupun ekonomi.
Menurutnya, menjadi perantau bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan peluang untuk kembali mengembangkan potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah.
“Menumbuhkan empati dan mendorong dukungan agar tidak harus memilih salah satu. Misalnya dengan menciptakan produk lokal khas kepulauan Sapeken. Ini menunjukkan bahwa impian bisa tumbuh dari rasa peduli terhadap lingkungan sekaligus membanggakan potensi daerah sendiri,” katanya.
Melalui dialog ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan menghargai perjuangan anak-anak kepulauan. Kisah mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tetap bermimpi tanpa melupakan tanggung jawab terhadap daerah asal.
Selain itu, dukungan dari berbagai pihak juga dinilai penting agar semakin banyak generasi muda yang sukses dan kembali berkontribusi dalam membangun wilayah kepulauan menjadi lebih maju.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....