Buku “Merayu Mata”, Puisi Hangat dari Pegiat Literasi Sumenep
- 20 Apr 2026 18:59 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Dunia literasi di Kabupaten Sumenep kembali mendapat warna baru lewat hadirnya buku kumpulan puisi berjudul Merayu Mata karya Indach Khalid. Buku ini menjadi salah satu bentuk ekspresi sekaligus kontribusi nyata dalam menghidupkan budaya menulis di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Dikenal sebagai pegiat literasi anak di Sumenep, Indach Khalid juga tergabung dalam komunitas Rumah Cerita Okara. Melalui komunitas ini, ia aktif mendorong minat baca dan tulis, sekaligus menghadirkan ruang kreatif bagi anak-anak untuk berekspresi.
Buku yang diterbitkan oleh SIP Publishing ini tampil dengan desain sampul bernuansa malam yang tenang, menggambarkan suasana reflektif yang menjadi benang merah dalam setiap puisinya. Secara visual, buku ini mampu menarik perhatian sekaligus membangun suasana sebelum pembaca masuk ke dalam isi.
Dalam bagian prakata, Indach Khalid menuliskan bahwa setiap karya lahir dari perjalanan panjang. Puisi-puisi dalam Merayu Mata merupakan hasil dari proses batin yang tidak sederhana, penuh rasa, dan pengalaman yang kemudian dirangkai menjadi kata-kata.
Tak sekadar kumpulan puisi, buku ini juga menjadi ruang penyembuhan bagi penulis. Berbagai tema diangkat, mulai dari cinta, kehidupan, kehilangan, hingga refleksi diri yang dekat dengan keseharian pembaca.
Proses kreatif yang panjang membuat setiap puisi terasa personal, namun tetap relevan. Pembaca diajak untuk melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda, dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna.
Kehadiran Merayu Mata diharapkan mampu menjadi inspirasi, terutama bagi anak muda di Sumenep untuk berani menulis dan mengekspresikan diri. Semangat literasi yang dibawa Indach Khalid juga menjadi pengingat bahwa karya bisa lahir dari siapa saja, selama ada kemauan untuk bercerita.
Dengan nuansa yang hangat dan reflektif, Merayu Mata menjadi salah satu karya yang layak untuk dijadikan teman dalam momen-momen tenang, sekaligus pengingat bahwa setiap perjalanan hidup selalu memiliki cerita yang layak untuk dituliskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....