Akuisisi Nvidia Picu Kekhawatiran, Nasib Software AI Dipertanyakan

  • 07 Apr 2026 19:36 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Rencana akuisisi perusahaan perangkat lunak SchedMD oleh Nvidia Desember tahun lalu, memicu kekhawatiran di kalangan ahli AI. Langkah ini dinilai menguji komitmen Nvidia menjaga persaingan tetap adil.

SchedMD dikenal sebagai pengembang Slurm, perangkat lunak open-source untuk mengatur beban komputasi. Sistem ini sangat penting dalam pelatihan model AI dan pengoperasian superkomputer.

Slurm digunakan sekitar 60 persen superkomputer dunia untuk berbagai kebutuhan komputasi skala besar. Teknologi ini juga dipakai di laboratorium pemerintah hingga perusahaan AI global.

Melansir Reuters, sejumlah pakar khawatir Nvidia akan mengutamakan chip miliknya dalam pengembangan software tersebut. Hal ini dikhawatirkan merugikan pesaing seperti AMD dan Intel.

Kekhawatiran ini diperkuat pengalaman akuisisi sebelumnya oleh Nvidia terhadap Bright Computing. Saat itu, performa perangkat non-Nvidia disebut mengalami penurunan optimalisasi.

Meski begitu, Nvidia menegaskan tetap menjaga Slurm sebagai software open-source dan netral vendor. Perusahaan juga menjanjikan pengembangan dan dukungan berkelanjutan bagi pengguna.

Sebagian pihak berharap sumber daya besar Nvidia justru mempercepat inovasi Slurm di era AI modern. Namun, banyak pelaku industri masih menunggu bukti nyata komitmen tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....