Waspada Microsleep Saat Mudik Lebaran, Begini Cara Mencegahnya

  • 15 Mar 2026 07:12 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Musim mudik Lebaran sering diwarnai perjalanan panjang yang melelahkan bagi para pengemudi. Kondisi kelelahan ini dapat memicu fenomena berbahaya bernama microsleep saat berkendara.

Microsleep merupakan kondisi tidur sangat singkat yang terjadi tanpa disadari. Durasi kondisi ini biasanya hanya berlangsung sekitar satu hingga tiga puluh detik.

Meski berlangsung singkat, microsleep sangat berbahaya ketika terjadi saat mengemudi. Pengemudi dapat kehilangan kendali kendaraan dalam hitungan detik.

Menurut pakar fisiologi Fakultas Kedokteran IPB University, dr Samuel Stemi, kondisi ini sering terjadi tiba-tiba. Banyak pengemudi tidak menyadari bahwa mereka telah tertidur sesaat. Demikian dilansir dari lama IPB University.

Data dari AAA Foundation for Traffic Safety menunjukkan dampak serius microsleep. Sekitar 328.000 kecelakaan lalu lintas setiap tahun berkaitan dengan pengemudi mengantuk.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 100.000 kecelakaan menyebabkan cedera. Sekitar 6.400 kasus lainnya bahkan berujung kematian.

Ada beberapa faktor utama yang dapat memicu microsleep pada pengemudi. Di antaranya kurang tidur, kualitas tidur buruk, aktivitas monoton, konsumsi obat tertentu, dan alkohol.

Pengemudi juga perlu mengenali tanda-tanda kelelahan ekstrem sebelum microsleep terjadi. Contohnya kelopak mata terasa berat dan sulit menjaga posisi kepala tetap tegak.

Tanda lain termasuk tidak merespons percakapan atau lupa kejadian beberapa menit sebelumnya. Sebagian orang juga dapat menjatuhkan benda tanpa menyadarinya.

Untuk mencegah microsleep, pengemudi perlu mempersiapkan diri sebelum perjalanan. Tidur cukup minimal tujuh jam menjadi langkah penting menjaga konsentrasi.

Selama perjalanan jauh, pengemudi disarankan beristirahat setiap satu hingga dua jam. Minum air cukup serta mendengarkan musik dapat membantu mengurangi rasa bosan.

Jika tanda-tanda microsleep mulai muncul, pengemudi sebaiknya segera menepi. Berhenti sejenak mungkin memperlambat perjalanan, tetapi jauh lebih aman bagi keselamatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....