Nanoplastik, Ancaman Nyata Kerusakan Lingkungan Global

  • 15 Mar 2026 06:35 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Harga plastik global saat ini terus meroket sebagai imbas perang di Iran, dari kemasan makanan hingga bahan industri sehari-hari.

Di balik lonjakan itu, ada ancaman tak terlihat bernama nanoplastik.

Nanoplastik adalah fragmen plastik sangat kecil berukuran kurang dari 1000 nanometer.

Partikel ini terbentuk dari pelapukan plastik yang terurai di lingkungan.

Dari laman National Library of Medicine, sebuah studi ilmiah menunjukkan nanoplastik kini tersebar luas di air, tanah, dan udara.

Ukuran yang sangat kecil membuatnya sulit dideteksi dengan metode biasa.

Nanoplastik dapat berasal dari degradasi mikroplastik yang terus terpecah menjadi partikel lebih kecil.

Proses ini terjadi akibat sinar ultraviolet, gesekan, dan aktivitas biologis.

Karena ukurannya sangat kecil, nanoplastik mudah masuk ke organisme hidup.

Partikel ini bahkan bisa menembus jaringan biologis tertentu.

Peneliti menemukan nanoplastik berpotensi berinteraksi dengan sel dan molekul tubuh.

Interaksi tersebut dapat memicu respons biologis yang belum sepenuhnya dipahami.

Nanoplastik juga mampu membawa zat kimia berbahaya yang menempel pada permukaannya.

Hal ini meningkatkan potensi dampak toksik bagi organisme.

Di lingkungan perairan, nanoplastik dapat dimakan oleh plankton dan organisme kecil.

Partikel tersebut kemudian bergerak naik dalam rantai makanan.

Akibatnya, hewan laut hingga manusia berpotensi terpapar partikel plastik berukuran nano.

Paparan ini bisa terjadi melalui makanan, air minum, atau udara.

Namun penelitian tentang dampak kesehatan nanoplastik masih terus berkembang.

Para ilmuwan masih mempelajari bagaimana partikel ini mempengaruhi tubuh manusia.

Yang jelas, produksi plastik global terus meningkat setiap tahun.

Tanpa pengelolaan yang tepat, jumlah nanoplastik di lingkungan juga akan bertambah.

Karena itu, pengurangan penggunaan plastik menjadi langkah penting saat ini.

Kesadaran publik dapat membantu menekan sumber munculnya nanoplastik di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....