Generasi Muda dan Peluang Industri Kreatif

  • 09 Jan 2026 13:59 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Perkembangan industri kreatif di era digital membuka peluang luas bagi generasi muda untuk berkarya sekaligus menghasilkan. Hal ini disampaikan dua narasumber muda kreatif, Moh. Kenzi dan Bagas Satrio Pramana Putra, dalam program Santai Siang bertajuk “Otak Kreatif, Timeline Produktif”. Keduanya berbagi pengalaman menekuni dunia Desain Komunikasi Visual (DKV), konten kreator, hingga peluang usaha ke depan.

Bagas Satrio Pramana Putra mengungkapkan sejak awal perkuliahan, mahasiswa DKV sudah dituntut aktif dan produktif. Menurutnya, jurusan DKV tidak sesantai yang dibayangkan banyak orang.

“Dari semester awal kami sudah dikejar deadline, mulai dari nirmana, gambar, sampai video. Jadi memang dituntut untuk terus kreatif,” ujar Bagas Jumat (9/1/2026).

Ia menjelaskan, salah satu materi dasar yang dipelajari adalah nirmana, yakni karya seni visual dua dan tiga dimensi yang melatih kepekaan estetika mahasiswa. Karya tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tugas akademik, tetapi juga berpotensi dikembangkan secara profesional.

“Nirmana itu karya seni, ada yang berbentuk gambar dan ada juga yang tiga dimensi, kalau dikelola dengan baik, bisa dipamerkan bahkan punya nilai jual,” ucap Bagas.

Sementara itu, Moh. Kenzi menuturkan bahwa ketertarikannya pada dunia kreatif berawal dari hobi membuat video dan konten sejak usia muda. Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi aktivitas yang lebih produktif, termasuk di bidang editing video, fotografi, hingga konten media sosial. Ia menilai, kemampuan kreatif di era digital bisa menjadi peluang usaha yang sangat besar jika ditekuni secara serius.

Menurut Kenzi, keahlian di bidang DKV dan konten kreator dapat diterapkan di berbagai sektor, mulai dari industri kreatif, media, hingga usaha mandiri. Ia juga menyoroti pentingnya mengikuti tren serta konsisten dalam berkarya agar mampu bersaing di tengah ketatnya kompetisi.

Bagas menambahkan, soal penghasilan di dunia kreatif tidak memiliki batasan pasti. “Penghasilan dari kemampuan desain dan video itu sebenarnya tidak terbatas, tergantung sejauh mana kita mau mengembangkan skill dan menangkap peluang,” kata Kenzi mengungkapkan.

Ke depan, ia bahkan bercita-cita membuka studio kreatif sendiri di kota besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Menutup perbincangan, Moh. Kenzi dan Bagas Satrio sama-sama memberikan pesan motivasi bagi generasi muda agar tidak bermalas-malasan dan berani bermimpi besar. Menurut mereka, mimpi tinggi harus diiringi dengan usaha yang sepadan.

“Kalau mimpi kita besar, usahanya juga harus besar. Jangan malas dan terus berpikir kreatif supaya bisa bermanfaat untuk masa depan,” kata Bagas mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....