Awal Rajab Berbeda, Semangat Perdamaian Tetap Terjaga

  • 22 Des 2025 13:50 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Penentuan awal bulan Rajab 1447 H tahun ini memunculkan dua versi yang berbeda, namun tetap diwarnai semangat toleransi dan persaudaraan antar umat Islam. Hal ini diungkapkan oleh Ahmad Faidal., Penyuluh Agama Islam Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep.

Menurut Faidal, bulan Rajab merupakan bulan istimewa dalam kalender Islam. “Bulan ini termasuk bulan mulia, di mana peperangan dan perbuatan zalim dilarang. Selain itu, pahala kebaikan dilipatgandakan, begitu pula dosa bagi yang berbuat kejelekan,” jelasnya, Senin (22/2025).

Ahmad Faidal, sesaat sesudah melakukan rukyatul hilal (Foto; RRI/faidal)

Fenomena perbedaan penentuan awal bulan seperti ini bukan hal baru di Indonesia. Menurut Faidal, perbedaan mencerminkan keragaman ilmu hisab astronomi Islam di tanah air. “Walau berbeda, hal ini tidak menyulut konflik. Persatuan dan toleransi tetap dijunjung tinggi,” ujarnya.

Ahmad Faidal berharap perbedaan penetapan awal bulan tidak menjadi pemicu perpecahan, tetapi justru memperkuat ukhuwah antarumat. “Semoga semangat persatuan dan cinta perdamaian terus terjaga di negeri kita,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....