Ketika Wajah Digital Menjadi Standar Kecantikan yang Menyakitkan

  • 21 Des 2025 14:19 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Penggunaan filter kecantikan saat berbagi foto dapat memengaruhi persepsi tubuh dan citra diri banyak orang di media sosial. Filter yang awalnya tampak menyenangkan kini menjadi salah satu sumber tekanan untuk tampil lebih sempurna dari kenyataan.

Filter bekerja dengan teknologi yang mendeteksi fitur wajah lalu mengubahnya untuk terlihat lebih halus dan ideal menurut standar tertentu. Teknologi ini merubah kulit, bentuk wajah, dan proporsi fitur sehingga wajah terkesan lebih menarik atau ideal secara digital.

Seperti dikutip dari ABC News, Dr Stephanie Damiano, seorang peneliti, psikolog dan pakar citra tubuh anak usia dini, menyatakan keterlibatan tinggi dalam menggunakan dan mengedit foto dengan filter berkaitan dengan meningkatnya ketidakpuasan terhadap tubuh. Banyak orang muda ingin terlihat seperti versi wajah yang telah diubah. Hal ini kemudian menciptakan perasaan tidak puas terhadap penampilan asli mereka.

Riset menunjukkan filter yang mengubah wajah secara ekstrem dapat mendorong beberapa orang mempertimbangkan prosedur kosmetik agar mirip dengan citra digital mereka. Perbandingan antara penampilan asli dengan versi yang disaring itu memicu kekhawatiran tentang standar kecantikan yang tidak realistis.

Meski filter dapat memberikan hiburan, para ahli menyatakan efeknya tidak selalu positif bagi kesejahteraan mental pengguna. Akumulasi tontonan wajah ideal secara digital dapat memperburuk perasaan tidak percaya diri dan ketidakpuasan terhadap penampilan seseorang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....