Burung, Penentu Kelangsungan Hidup Tumbuhan di Masa Depan

  • 25 Okt 2025 18:15 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Pada tahun 1963, letusan gunung berapi di Atlantik Utara melahirkan pulau baru bernama Surtsey tanpa kehidupan sama sekali. Para ilmuwan melihatnya sebagai laboratorium alami untuk memahami bagaimana kehidupan berawal dari kehampaan mutlak.

Selama bertahun-tahun, ahli ekologi percaya hanya tumbuhan dengan biji ringan atau buah berdaging yang bisa menjelajah lautan. Namun data dari Surtsey menunjukkan sebagian besar tanaman pendatang justru tidak memiliki kemampuan penyebaran seperti itu. Demikian dilansir dari laman Earth.

Tumbuhan berbiji kering tanpa alat terbang atau daya tahan tinggi justru mampu menyeberangi 30 kilometer lautan. Fenomena ini mengguncang teori lama bahwa desain biji menentukan penyebaran dan kelangsungan hidup tanaman baru.

Jawabannya ternyata datang dari langit, bukan tanah. Burung menjadi agen kehidupan pertama di pulau tersebut. Mereka membawa biji di dalam sistem pencernaan, menjadikannya kapal hidup yang menyalurkan kehidupan ke tempat baru.

Burung seperti camar dan angsa menjadikan Surtsey tempat istirahat, makan, dan bersarang setelah terbentuknya pulau. Ketika koloni besar burung menetap tahun 1986, penyebaran tumbuhan meningkat pesat di sekitar area sarang mereka.

Selain membawa biji melalui feses, burung juga menyebarkan bahan sarang dan menyuburkan tanah dengan kotorannya. Hasilnya, titik-titik subur muncul di tanah vulkanik yang tandus, menciptakan ekosistem mini pertama di pulau itu.

Penelitian menunjukkan 62 dari 78 spesies tanaman Surtsey dibawa oleh burung, bukan angin atau arus laut. Hal ini menegaskan bahwa hubungan antara hewan dan tumbuhan adalah infrastruktur ekologis yang menentukan arah evolusi.

Dalam menghadapi perubahan iklim, migrasi burung kini menjadi kunci bagi perpindahan dan adaptasi tumbuhan global. Kehidupan tidak bergerak sendiri; ia bergerak bersama, dan burung mungkin menjadi penyelamat diam masa depan bumi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....