Otak-Atik Merah Putih, Paduan Permainan Lokal dan AI

  • 25 Okt 2025 13:53 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep : Suasana ceria mewarnai Kamis (23/10/2025) pagi di Kampung Dolanan Simokerto, Surabaya. Puluhan siswa SDN Simokerto V tampak bersemangat mengikuti kegiatan bertajuk “Otak-Atik Merah Putih”, sebuah inovasi edukatif yang memadukan permainan tradisional dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dikutip dari Humas PENS, program ini diinisiasi tim peneliti Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), sebagai upaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan otak sejak usia dini. Selain itu memperkenalkan cara baru belajar berbasis teknologi dan budaya lokal.

Ketua tim peneliti, Adnan Rachmat Anom Besari menjelaskan Otak-Atik Merah Putih merupakan hasil pengembangan dari Block Design Test, metode psikometri klasik yang dimodifikasi dengan sensor dan algoritma AI. Permainan ini mengajak peserta menyusun balok berwarna merah-putih sesuai pola tertentu, sementara sistem secara otomatis menganalisis kecepatan, strategi, dan koordinasi motorik pemain. Tujuannya bukan sekadar bermain, tetapi juga menjadi sarana skrining kognitif yang menyenangkan.

Lebih dari sekadar permainan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai. Melalui permainan yang menuntut fokus, kreativitas, dan interaksi sosial, anak-anak belajar berkompetisi sehat tanpa kehilangan unsur keceriaan.

Salah satu peserta, Muhammad Kevin Aditya, siswa kelas 4 SDN Simokerto V Surabaya , mengaku antusias bisa ikut mencoba permainan tersebut. Kolaborasi antara PENS dan Kampoeng Dolanan Simokerto menjadi kunci sukses kegiatan ini. Melalui kerja sama ini, permainan edukatif berbasis AI diharapkan dapat diterapkan di sekolah dan ruang publik sebagai bentuk pembelajaran interaktif.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari Lurah Kenjeran, Anis Pudji Astutik, yang hadir langsung bersama tim kelurahan. Ia mengapresiasi langkah PENS dan Kampoeng Dolanan dalam menggabungkan sains, teknologi, dan budaya lokal.

Dukungan juga datang dari Program TeraSaintek milik Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (DitminatSaintek) Kemendikbudristek, yang mendukung riset terapan agar bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurut Anom, kegiatan ini merupakan langkah awal membangun ekosistem inovasi partisipatif di bidang kesehatan otak, yang menghubungkan riset akademik dengan aktivitas sosial masyarakat.

Sementara itu, Mustofa Sam, alumni PENS sekaligus penggagas Kampoeng Dolanan, menegaskan pentingnya keberlanjutan program ini. Ia mengatakan siap mendukung penuh kegiatan lanjutan. Ini bukan hanya tentang inovasi, tapi juga tentang menjaga warisan budaya bermain yang hampir terlupakan.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan hibah balok edukatif kepada anak-anak Kampoeng Dolanan, yang disambut sorak gembira para peserta. Melalui Otak-Atik Merah Putih, PENS tidak hanya membuktikan komitmennya dalam pengembangan teknologi, tapi juga menunjukkan bahwa inovasi bisa dimulai dari hal sederhana, permainan yang membuat otak cerdas sekaligus hati gembira.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....