Efisiensi Ekonomi Berbasis AI, Pelaku Usaha Harus Adaptif
- 01 Okt 2025 19:10 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin mendorong perubahan pola bisnis di berbagai sektor. Tidak hanya perusahaan besar, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pun dituntut mampu beradaptasi agar tetap kompetitif di era ekonomi berbasis AI.
Dosen Ekonomi UNIBA Madura, Hairul Rahman, menilai bahwa penerapan AI dalam bisnis dapat menghadirkan efisiensi tinggi. Tidak hanya soal manajemen produksi tapi juga pemasaran digital dan layanan konsumen.
“AI mampu memproses data dalam jumlah besar atau big data dengan cepat, sehingga keputusan bisnis dapat diambil lebih tepat dan efisien,” kata Hairul saat di Mozaik Indonesia, Rabu (1/10/2025). "Bagi perusahaan, ini berarti penghematan biaya operasional dan peningkatan produktivitas."
Menurutnya, salah satu contoh penerapan AI yang paling nyata adalah penggunaan chatgpt dalam layanan pelanggan. Teknologi ini memungkinkan konsumen mendapatkan jawaban cepat tanpa harus menunggu operator manusia, tergantung dari prom (perintah yang diinginkan) yang dibuat, sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus mengurangi beban tenaga kerja.
“Ekonomi berbasis AI bukan sekadar soal teknologi, tapi juga soal kesiapan manusia, pelaku bisnis yang mampu mengombinasikan teknologi dengan keterampilan tenaga kerjanya akan lebih unggul di pasar," ujarnya. "Selain efisiensi operasional, keuangan, meski tantangannya kita harus beradaptasi agar tidak merugikan kita."
Seiring meningkatnya digitalisasi, penerapan AI diharapkan dapat menjadi peluang besar bagi pelaku usaha di daerah, termasuk Madura. Dengan strategi adaptif, bisnis lokal diyakini mampu bersaing di kancah nasional bahkan global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....