Melalui Bayi Tabung Wanita 74 Tahun Melahirkan "Twin"

  • 24 Sep 2025 19:13 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep : Pada September 2019, dunia dikejutkan oleh kabar dari Andhra Pradesh, India. Seorang perempuan bernama Erramatti Mangayamma, yang saat itu berusia 74 tahun, berhasil melahirkan bayi kembar perempuan melalui prosedur In Vitro Fertilization (IVF). Kisah ini menjadi sorotan global karena usianya yang sangat lanjut untuk sebuah kehamilan.

Dilansir dari The Indian Express Mangayamma menikah sejak tahun 1962 dengan suaminya, Raja Rao. Selama lebih dari lima dekade pernikahan, pasangan ini belum pernah dikaruniai anak. Harapan sempat pupus setelah Mangayamma memasuki masa menopause. Namun, perkembangan teknologi reproduksi memberi jalan baru. Dengan bantuan sel telur donor dan sperma suaminya, ia akhirnya menjalani proses IVF di sebuah rumah sakit khusus kesuburan di Guntur, Andhra Pradesh.

Sebelum menjalani prosedur, tim medis melakukan serangkaian pemeriksaan ketat untuk memastikan kondisi tubuh Mangayamma memungkinkan menjalani kehamilan. Setelah dinyatakan cukup sehat, embrio hasil pembuahan ditanamkan dalam rahimnya. Kehamilan berjalan dengan pengawasan intensif. Pada tanggal 5 September 2019, Mangayamma menjalani operasi caesar. Dua bayi perempuan lahir dengan berat sekitar 1,8 kilogram masing-masing. Menurut laporan rumah sakit, ibu dan bayi berada dalam kondisi stabil pasca persalinan.

Dengan melahirkan pada usia 74 tahun, Mangayamma disebut sebagai salah satu perempuan tertua di dunia yang melahirkan anak. Meski dianggap sebagai pencapaian medis, peristiwa ini juga menuai perdebatan. Banyak kalangan menilai, kehamilan di usia ekstrem menimbulkan risiko besar bagi kesehatan ibu maupun bayi. Selain itu, muncul pertanyaan etis tentang batas usia ideal untuk melakukan program bayi tabung. Pihak Indian Council of Medical Research (ICMR) bahkan sempat menyoroti kasus ini. Menurut pedoman resmi, ada batas usia yang disarankan bagi perempuan untuk menjalani teknologi reproduksi demi menjaga keselamatan pasien.

Bagi Mangayamma dan suaminya, kelahiran ini menjadi jawaban atas penantian panjang selama lebih dari 50 tahun. Namun, bagi dunia medis, kisah ini juga menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan pertimbangan etis dan kesehatan jangka panjang. Kisah Erramatti Mangayamma menunjukkan bahwa secara teknis, kehamilan masih mungkin terjadi pada usia lanjut dengan bantuan teknologi. Akan tetapi, pertanyaan tentang “apakah sebaiknya” tetap menjadi bahan diskusi yang mendalam di kalangan medis maupun masyarakat luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....