Fakta Partenogenesis Sang Naga Purba
- 24 Agt 2025 05:34 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep : Komodo (Varanus komodoensis) dikenal sebagai reptil raksasa yang hanya hidup di Indonesia, tepatnya di Pulau Komodo, Rinca, Flores, dan sekitarnya. Selain karena ukurannya yang mengagumkan, komodo juga memiliki kemampuan reproduksi unik: betinanya bisa hamil tanpa jantan. Fenomena ini disebut partenogenesis.
Partenogenesis adalah proses reproduksi aseksual ketika sel telur berkembang menjadi embrio tanpa dibuahi sperma. Mekanisme ini jarang ditemukan pada hewan besar, namun pada komodo terbukti bisa terjadi. Dalam dunia ilmiah, hal ini pertama kali tercatat di kebun binatang Chester, Inggris, dan di Kebun Binatang London, ketika komodo betina yang tidak pernah bertemu jantan berhasil menetas anak-anak jantan.
Bagaimana Mekanismenya?
Komodo memiliki sistem kromosom seks ZW:
• Betina = ZW
• Jantan = ZZ
Saat partenogenesis terjadi, hanya dua kemungkinan yang muncul:
• ZZ → jantan (hidup)
• WW → tidak dapat bertahan hidup
Artinya, komodo betina yang bereproduksi tanpa jantan hanya akan melahirkan anak-anak jantan.
Kemampuan partenogenesis memberikan keuntungan evolusioner. Misalnya, jika seekor betina terisolasi di pulau tanpa kehadiran jantan, ia tetap bisa menghasilkan keturunan jantan. Nantinya, ketika keturunan tersebut dewasa, perkawinan alami bisa terjadi dan populasi tetap terjaga. Mekanisme ini menjadi “jalan darurat” untuk mencegah kepunahan akibat keterbatasan pasangan.
Fenomena komodo hamil tanpa jantan membuktikan betapa luar biasanya strategi alam dalam menjaga kelangsungan hidup spesies. Meski tidak bisa sepenuhnya menggantikan reproduksi seksual, partenogenesis adalah bukti kemampuan adaptasi komodo sebagai “naga purba” yang hingga kini tetap bertahan di bumi Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....