ChatGPT Bisa Baca Karakter, Begini Mekanismenya

  • 20 Agt 2025 13:08 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Belakangan, banyak pengguna media sosial membagikan hasil deskripsi karakter yang dibuat ChatGPT. Menariknya, gambaran tersebut sering kali terasa tepat, seolah-olah ChatGPT benar-benar mengenal diri penggunanya.

ChatGPT mampu menampilkan informasi seputar pekerjaan, minat, hingga aktivitas sehari-hari. Namun, bagaimana sebenarnya AI ini bisa “membaca” karakter kita? Berikut, seperti dilansir dari... :

Bukan Ramalan, Tapi Ingatan Percakapan

ChatGPT tidak serta-merta mengetahui siapa pengguna. Informasi yang diberikan hanyalah hasil dari riwayat percakapan sebelumnya. Artinya, setiap data yang pernah dimasukkan—baik secara sadar maupun tidak—akan tersimpan di memori. Dari sanalah ChatGPT menyusun gambaran tentang pengguna.

Contoh sederhana, bila seorang pelajar pernah menanyakan soal tugas sekolah, lalu di kesempatan lain menanyakan olahraga yang cocok, ChatGPT akan menyesuaikan jawabannya seolah tahu ia adalah pelajar.

Tren di Media Sosial

Fenomena ini makin populer lewat tren “What You Know of Me ChatGPT” di Instagram Story. Banyak orang penasaran, lalu mencoba meminta ChatGPT mendeskripsikan diri mereka. Hasilnya, tak sedikit yang menganggap deskripsi itu nyaris akurat.

Resiko Privasi di Balik Kecanggihan

Meski bermanfaat, fitur memori percakapan juga menyimpan potensi risiko. Jika pengguna tanpa sadar memasukkan data sensitif—seperti riwayat kesehatan, keluarga, atau informasi pribadi lainnya—semua itu bisa terekam dan dipakai sebagai referensi jawaban berikutnya.

Untuk menjaga keamanan, pengguna disarankan menghapus memori percakapan secara berkala melalui menu “Manage Memory” di pengaturan ChatGPT. Selain itu, bisa juga menonaktifkan opsi Reference saved memories agar data lama tidak dipakai lagi.

Solusi Obrolan Lebih Aman

Bagi yang ingin berinteraksi tanpa jejak, OpenAI kini menyediakan fitur Temporary Chat. Dengan mode ini, percakapan tidak akan tersimpan di riwayat maupun digunakan untuk melatih model, meski salinan sementara tetap disimpan selama 30 hari untuk alasan keamanan.

Dengan pemahaman ini, pengguna bisa lebih bijak memanfaatkan ChatGPT. AI memang bisa memberi pengalaman percakapan yang terasa personal, tapi kendali atas data pribadi tetap ada di tangan pengguna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....