Profesi Paling Sulit Digantikan AI Menurut Pakar
- 11 Agt 2025 13:35 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), ternyata ada profesi yang dinilai nyaris mustahil digantikan oleh teknologi. Menurut CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, perawat adalah salah satunya. Sedangkan pakar AI peraih Nobel, Geoffrey Hinton, menambahkan tukang ledeng ke dalam daftar tersebut.
Hassabis menjelaskan, AI memang mampu mengambil alih banyak tugas dokter, seperti membaca hasil MRI, CT scan, atau menganalisis tes laboratorium dengan akurasi tinggi. Namun, ia menegaskan bahwa pekerjaan perawat tak hanya soal prosedur medis, melainkan juga melibatkan empati, dukungan emosional, dan interaksi manusia yang hangat.
“Perawat robotik mungkin efisien, tapi tidak memiliki kehangatan dan kasih sayang yang dibutuhkan pasien,” ujarnya. Menurutnya, kepercayaan yang terjalin antara perawat, pasien, dan keluarga hanya bisa dibangun lewat kehadiran emosional, hal yang sulit diprogramkan ke dalam AI.
Sementara itu, Geoffrey Hinton berpendapat pekerjaan tukang ledeng juga sulit ditiru AI. Alasannya, pekerjaan ini membutuhkan keterampilan fisik yang kompleks, improvisasi, dan penyesuaian dengan kondisi lapangan yang tidak bisa diprediksi.
“Memperbaiki pipa bocor tidak seperti pekerjaan meja yang berbasis pola. Ada banyak penyesuaian langsung di lapangan yang membutuhkan sentuhan manusia,” jelas Hinton.
Baik Hassabis maupun Hinton sepakat, meski AI akan mengubah banyak aspek pekerjaan, ada ranah tertentu yang tetap menjadi milik manusia—terutama pekerjaan yang mengandalkan empati dan keterampilan fisik di situasi nyata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....